52 Rentetan Gempa Susulan Guncang Halmahera Selatan hingga Senin Dini Hari

Ilma De Sabrini ยท Senin, 15 Juli 2019 - 09:55 WIT
52 Rentetan Gempa Susulan Guncang Halmahera Selatan hingga Senin Dini Hari
Warga mengungsi dan tidur tenda pengungsian halaman Masjid Al-Khairaat pascagempa 7,2 SR yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (14/7/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Safri)

JAKARTA, iNews.id – Sedikitnya 52 rentetan gempa susulan mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan pascagempa berkekuatan 7,2 Skala Ricter (SR) yang terjadi Minggu (14/7/2019) pukul 16.10 WIB hingga Senin (15/7/2019) pukul 01.00 WIB atau 03.00 Wita. Dilaporkan banyak bangunan terdampak kerusakan dan seorang warga tewas dalam peristiwa ini.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) titik episenter gempa terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara dengan kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dibangkitkan deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurutnya, guncangan gempa dirasakan di daerah Obi berkekuatan skala V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong dan Bolaang Mongondow II MMI.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa terjadi di Kecamatan Gane Barat Utara, Timur Selatan, Gane Timur Tengah, Gane Dalam, Gane Barat Selatan dan Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan.

“Kami mendapat laporkan satu orang meninggal dunia di Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan. Akibat gempa juga merobohkan sedikitnya 160 bangunan rumah. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Hingga 15 Juli 2019 pukul 01.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan 52 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,8 SR dan terkecil 3,1 SR. Di mana 28 gempa di antaranya dirasakan warga.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw