13 Warga Maluku Deklarasikan Keluar dari FKM/RMS dan Setia pada NKRI

Antara ยท Rabu, 22 April 2020 - 13:03 WIT
13 Warga Maluku Deklarasikan Keluar dari FKM/RMS dan Setia pada NKRI
Ilustrasi NKRI. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id – Sebanyak 13 warga dari dua desa di Pulau Ambon dan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku memutuskan keluar sebagai simpatisan organisasi terlarang Front Kedaulatan Maluku/Republik Maluku Selatan (FKM/RMS). Mereka juga mendeklarasikan diri untuk setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ke 13 warga ini, tujuh di antaranya berasal dari Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku. Sedangkan lima orang merupakan warga Desa Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah. Seorang sisanya merupakan warga Kota Ambon.

Tujuh warga Hulaliu yakni SN, FS, AN, GS, YT, FL, serta ES. Kegiatan deklarasi serta pernyataan sikap tujuh warga tersebut berlangsung di Kantor Pemerintah Negeri setempat.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, Iptu Julkisno Kaisupy membenarkan berita tersebut. Dalam kegiatan deklarasi tersebut, mereka mengaku menyesali perbuatannya karena bertentangan dengan ideologi bangsa dan NKRI.

“Mereka berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang melanggar hukum, setia dan taat kepada Pancasila dan NKRI, serta patuh dan tunduk kepada pemerintah negara kesatuan Indonesia, katanya di Ambon, Selasa (21/4/2020).

Sementara lima orang dari Desa Allang yakni EH, RM, FS, AM, dan ALM. Mereka secara tegas menolak keberadaan organisasi sempalan tersebut dan menolak mengibarkan bendera FKM/RMS.

“Mereka juga menyatakan tetap mendukung NKRI, rasa cinta tanah air, dan bangga menjadi warga NKRI,” katanya.

Warga eks simpatisan FKM/RMS tersebut juga mengatakan sudah tidak ada hubungan lagi dengan organiasi itu. Mereka kini mengaku sudah hidup tenang untuk keluarga serta tidak mau mendengar atau pun berurusan lagi dengan masalah- masalah organisasi tersebut.

Sementara satu warga Kota Ambon lainnya berinisial JN menyampaikan deklarasi dan pernyataan sikapnya di Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe. JN dengan tegas menolak keberadaan FKM/RMS dan menolak pengibaran bendera organisasi tersebut.

“Dia menyatakan rasa cinta kepada Tanah Air dan bangga menjadi warga NKRI,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah