Richard menagatakan, Kecamatan Kilmuri juga tidak ada puskesmas pembantu untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga saat mereka sakit. Tenaga medis di sana pun tidak ada.
"Bila warga sakit, mereka harus menggunakan longboat untuk dibawa ke Kecamatan Geser agar bisa mendapatkan perawatan," katanya.
Pada tahun 2018 lalu memang sudah ada pembangunan jalan pasir batu (sirtu) dengan anggaran sebesar Rp 15miliar. Namunn tidak diketahui, apakah proyek itu berasal dari APBD pemerintah kabupaten atau pemprov.
“Jalan sirtu tersebut tidak pernah selesai dikerjakan dan sebagian badan jalannya sudah mulai mengalami kerusakan,” katanya.
Maka dari itu, warga meminta perhatian pemprov bersama Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Ambon untuk membangun infrastruktur dasar dimaksud demi membuka isolasi daerah itu.
Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait