Anos menambahkan, komisi sudah pernah menyampaikan aspirasi ini kepada pihak perbankan, khususnya PT Bank Maluku-Malut selaku BUMD milik pemprov. Untungnya hal tersebut cukup mendapatkan respons positif.
"Salah satu BUMD ini memiliki kantor cabang pembantu di wilayah Kepulauan Tanimbar serta Kabupaten MBD. Kami mintakan pegawai banknya bisa melakukan survei lapangan," kata Anos yang juga Ketua F-Partai Golkar DPRD Maluku ini.
Tujuan dilakukan survei oleh petugas bank ini sangat strategis bagi mereka agar bisa melihat sendiri bagaimana potensi komoditi rumput laut yang dikembangkan di sana. Termasuk kualitas maupun prospek pemasarannya.
Selama ini, petani rumput laut hanya bisa menjual hasil panen mereka kepada para pedagang yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya. Sayangnya, harga pembelian rendah, padahal di pasaran bisa mencapai Rp20.000 per kilogram.
Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait