Indonesia ekspor perdana nikel sulfat di Pulau Obi, Halmahera Selatan ke China sebanyak 5.584 ton. (Foto: ist)

“Inilah karya anak bangsa di Timur Indonesia yang menjadi langkah penting bagi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam industri baterai kendaraan listrik di masa mendatang, sekaligus kontributor baru dalam ekspor produk hilirisasi nikel yang bisa mendorong perekonomian daerah dan nasional,” katanya.

Sebagai informasi, PT Halmahera Persada Lygend baru saja meresmikan operasional pabrik nikel sulfat yang pertama di Indonesia, sekaligus menjadi yang terbesar di dunia dari sisi kapasitas produksinya pada 31 Mei. Momen bersejarah itu turut dihadiri dan diresmikan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto.

Dalam sambutannya akhir Mei lalu, Seto menyampaikan keberhasilan ini sangat mengesankan dan luar biasa, sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi investor lokal dan asing bisa bekerja sama dengan baik.

“Operasional penambangan dan hilirisasi yang dilakukan NCKL merupakan yang terbaik. Ini diungkapkan oleh konsultan internasional yang bisa melakukan sertifikasi terhadap proses produksi penambangan dan lainnya,” ujar Seto.


Editor : Donald Karouw

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network