Sejumlah kapal penangkap ikan tidak melaut karena cuaca buruk di Laha Kota Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu (10/7/2021). (Foto: Antara/FB Anggoro)
Antara

AMBON, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya gelombang tinggi yang mencapai empat meter di perairan Maluku pada 26-27 Juli 202. Sejumlah nelayan diminta untuk waspada.

"Gelombang tinggi 2,5 meter hingga empat meter berpeluang terjadi di perairan Pulau Buru, laut Banda, perairan Kepulauan Tanimbar, kepulauan Kai, dan laut Arafuru, yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon Ashar di Ambon, Selasa (26/7/2022).

Gelombang setinggi 1,25 -2,50 meter (sedang) juga berpeluang terjadi di laut Seram, perairan Pulau Ambon, Kepulauan Lease, perairan selatan Pulau Seram, Sermata-Leti, Kepulauan Babar, dan perairan Kepulauan Aru.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin sekitar 5-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan selatan Jawa, laut Natuna Utara, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," katanya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan risiko keselamatan pelayaran. Risiko tinggi untuk perahu nelayan, jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Sementara risiko tinggi untuk kapal feri kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, dan kapal ukuran besar, seperti kapal kargo atau kapal pesiar, risiko tinggi jika menghadapi kecepatan angin di atas 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada, " katanya.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT