Ilustrasi mantan kades di Timor Tengah Utara dieksekusi kejaksaan usai ditetapkan jadi terpidana korupsi dana desa. (Foto: Ist)
Antara

KUPANG, iNews.id - Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) mengeksekusi Yulius Kolo, mantan Kepala Desa Benanain B. Dia menjadi terpidana korupsi dana desa yang merugikan negara lebih dari Rp785 juta.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi NTT Abdul Hakim mengatakan, eksekusi ini terkait proses hukum mantan Kepala Desa Benenain B dalam kasus korupsi dana desa TA 2017-2020 dengan total kerugian negara mencapai Rp785.427.000.

"Tim eksekutor pada Kejari TTU sudah mengeksekusi badan terhadap mantan Kepala Desa Benenain B Yulius Kolo akhir pekan lalu," ujarnya Selasa (3/5/2022).

Menurutnya, proses eksekusi dilakukan setelah Kejari TTU mengantongi putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Kupang. Putusan ini menyatakan perbuatan terdakwa Yulius Kolo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dia menjelaskan, eksekusi tersebut dilakukan jaksa eksekutor setelah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Kupang Nomor 2/Pid.Sus-TPK/2022/Pn.Kpg tanggal 8 April 2022 telah berkekuatan hukum tetap yang dalam amar putusan menghukum terdakwa Yulius Kolo dengan pidana penjara selama satu tahun dan 10 bulan penjara.

Selain itu, terpidana juga dihukum dengan denda sebesar Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan serta kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp245 juta lebih.

Dia menambahkan, jaksa eksekutor juga menyita barang bukti berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia tahun 2005 berpelat nomor F1278, sebidang tanah di Km-7 Kelurahan Sasi, Kefamenanu dengan ukuran 20 x 20 m2, satu bidang tanah di Kelurahan Sasi dengan ukuran 20 x 3 m2, satu bidang tanah di Kelurahan Sasi dengan ukuran 20 x 15 m2, satu bidang tanah di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang dengan ukuran 20 x 36 m2 sesuai amar putusan dirampas untuk negara guna diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa sebesar Rp245 juta lebih.

"Apabila bila tidak mencukupi, maka terpidana akan menjalani pidana penjara selama satu tahun," kata Abdul Hakim.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT