Kejati Maluku menyelidiki indikasi korupsi atau penyimpangan penggunaan anggaran sejumlah item di RSUD dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2019-2021. (Foto: Antara).
Antara

AMBON, iNews.id - Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menyelidiki indikasi korupsi atau penyimpangan penggunaan anggaran sejumlah item di RSUD dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2019-2021. Dalam kasus ini, sejumlah saksi telah diperiksa.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku Wahyudi Kareba mengatakan, indikasi penyimpangan penyaluran anggaran yang diselidiki jaksa, di antaranya penyaluran dana tunjangan insentif dan jasa BPJS non-Covid-19.

"Penyelidikan intensif ini dilakukan penyidik dengan memanggil sejumlah saksi guna dimintai keterangan," ujar Wahyudi Kareba di Ambon, Jumat (17/6/2022).

Kemudian, kata dia penyelidikan juga terkait jasa perda, uang makan-minum tenaga medis RSUD Haulussy Ambon Tahun Anggaran 2019-2021, pembayaran jasa Covid-19 Tahun 2020, pembayaran kekurangan jasa BPJS Tahun 2019, anggaran pengadaan obat-obatan dan bahan habis pakai.

"Semua itu kini tengah diselidiki jaksa," katanya. 

Menurutnya, ada sejumlah pegawai atau tenaga medis RSUD milik Pemprov Maluku itu yang memenuhi panggilan jaksa penyidik setelah diberikan surat pemanggilan.

Para saksi yang dipanggil, lanjut dia diminta membawa sejumlah dokumen penting yang diperlukan guna kepentingan permintaan keterangan.

"Kalau menyangkut besaran anggarannya belum dirinci, termasuk nilai kerugian keuangan negara dalam perkara ini," katanya.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT