Jenazah Covid-19 di India dibuang ke Sungai Gangga. (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

AMBON, iNews.id - Puluhan jenazah pasien Covid-19 dibuang ke Sungai Gangga, India. Praktik membuang jenazah ke sungai ini karena faktor kemiskinan keluarga korban yang tak memiliki biaya untuk melakukan kremasi.

Foto-foto pembuangan jenazah Covid-19 itu mengejutkan negara yang sedang dilanda ledakan kasus Covid-19. Pemerintah India pun membenarkan kalau puluhan mayat yang dibuang di beberapa sungai, termasuk Gangga beberapa waktu lalu merupakan korban Covid-19.

"Pemerintah memiliki informasi korban meninggal disebabkan Covid-19 atau penyakit lain, dibuang ke sungai ketimbang dimakamkan sesuai ritual," kata seorang pejabat senior pemerintah, Manoj Kumar Singh, dikutip dari Reuters, Minggu (16/5/2021).

Pemerintah Negara Bagian Uttar Pradesh, wilayah tempat penemuan mayat, sampai saat ini masih bungkam dengan penemuan mayat tersebut. Namun pemerintah pusat, dalam surat kepada pejabat daerah, memastikan kematian mereka akibat virus corona dan penyakit lain.

Jenazah-jenazah itu ditemukan di banyak lokasi sepanjang Sungai Gangga dan anak alirannya dalam beberapa hari.

Singh dalam memo kepada para wali kota mengatakan, kurangnya dana untuk membeli material kayu bakar guna pelaksanaan kremasi merupakan alasan kasus pembuangan jenazah ke sungai marak. Selain itu, fenomena ini terkait dengan kepercayaan di masyarakat mengenai kesucian Sungai Gangga. Penyebab lain, keluarga membuang korban Covid-19 karena takut tertular.

Dia juga mendesak pejabat pemerintah desa untuk memastikan tidak ada jenazah yang dibuang ke sungai lagi seraya menegaskan pemerintah negara bagian akan membayar keluarga miskin masing-masing 5.000 rupee untuk mengkremasi atau memakamkan jenazah. 

Pemerintah juga meminta polisi berpatroli di sepanjang sungai untuk menghentikan praktik tersebut.

Sungai Gangga India

Sementara itu Perdana Menteri India Narendra Modi memerintahkan para pejabat untuk memperkuat dan meningkatkan layanan kesehatan di perdesaan di saat tren kasus infeksi melonjak. Kasus virus corona menyebar dari perkotaan ke perdesaan di mana fasilitas layanan kesehatan tak memadai.

Pakar kesehatan mengatakan, banyak kasus tidak terdeteksi di perdesaan Uttar Pradesh. 

India melaporkan penambahan harian kasus kematian sekitar 4.000 orang selama hampir 2 pekan terakhir. Namun para pakar kesehatan yakin angka resmi pemerintah tak sesuai dengan kenyataan. Lonjakan kasus kematian menyebabkan penumpukan di krematorium.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT