HALMAHERA BARAT, iNews.id - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat (22/5/2026) pagi. Letusan gunung api tersebut memuntahkan kolom abu vulkanis setinggi 500 meter di atas puncak.
Petugas Pengamatan Gunung Api, M Richard Chaniago, mengatakan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut atau sekitar 500 meter di atas puncak Gunung Ibu. Erupsi terjadi pada pukul 08.11 WIT dan terekam jelas di seismograf Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Ibu.
“Terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Jumat, 22 Mei 2026, pukul 08:11 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 meter di atas puncak (± 1.825 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 61 detik,” ujar M Richard Chaniago, Jumat (25/5/2026).
Kolom abu vulkanis terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut. Aktivitas erupsi juga terekam dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 61 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat di sekitar Gunung Ibu guna mengantisipasi dampak erupsi. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu. Selain itu, terdapat perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara.
PVMBG juga mengingatkan warga agar menggunakan masker dan kacamata pelindung apabila terjadi hujan abu vulkanis.
“Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),” demikian rekomendasi PVMBG.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi bohong atau hoaks terkait aktivitas Gunung Ibu. Warga diminta tetap mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas vulkanologi.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait