HALMAHERA UTARA, iNews.id – Proses pencarian dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang hilang saat erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara, berlangsung dramatis.
Tim SAR gabungan terpaksa menghadapi ancaman lontaran lava pijar yang meluncur hingga radius 1,5 kilometer dari puncak kawah, Jumat (8/5/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 14.10 WIB demi keselamatan personel.
"Berdasarkan informasi dari pengamat gunung api, ada potensi lontaran lava pijar hingga 1,5 km dari puncak. Seluruh tim evakuasi sempat tertahan di Pos 5 menunggu kondisi aman," ujar Abdul Muhari.
Dia mengungkapkan, berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono.
"Terdiri atas sembilan warga negara asing (WNA) asal Singapura, tiga orang warga dari Ternate dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar," ungkap Aam.
Hingga saat ini, kata Aam, sebanyak 14 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Adapun rinciannya: korban selamat warga negara asing terdiri dari inisial T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun, O.S.S. (P) usia 37 tahun, P.L. (P) usia 33 tahun, L.H.E.I. (P) usia 31 tahun, T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun, L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun dan L.S.D. (L) usia 29 tahun, seluruhnya merupakan warga negara Singapura.
Sementara itu, korban selamat warga negara Indonesia (WNI) terdiri dari B.B. (L) usia 24 tahun, Y. (L) usia 23 tahun, S. (L) usia 26 tahun, A. (L) usia 22 tahun, H. (L) usia 26 tahun, F.N. (P) usia 27 tahun serta R.I. (P) usia 29 tahun.
"Hingga Jumat siang masih terdapat dua orang pendaki WNA yang dinyatakan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, yakni H.W.Q.T. (L) usia 30 tahun dan S.M.B.A.H. (L) usia 27 tahun," ungkap Aam.
Berdasarkan informasi dari Pengamat Gunung Api Dukono yang turut mendampingi proses evakuasi, pada pukul 14.10 WIB, operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel di lapangan akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah. Saat itu seluruh tim evakuasi dilaporkan berada di Pos 5 sambil menunggu kondisi aktivitas vulkanik lebih aman untuk melanjutkan pencarian.
Selanjutnya, Aam mengatakan bahwa pada pukul 15.25 WIB, berdasarkan laporan langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara, pencarian kembali dilanjutkan dan tim SAR gabungan saat ini dibagi menjadi dua titik pencarian.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait