HALMAHERA BARAT, iNews.id – Ratusan warga Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, masih terjebak dalam kondisi memprihatinkan di titik-titik pengungsian pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang, Rabu (7/1/2026).
Para pengungsi kini mulai mengeluhkan distribusi bantuan pemerintah yang dianggap tidak tepat sasaran dan tidak merata. Banjir setinggi tiga meter yang merendam ratusan rumah di tiga kecamatan telah memaksa warga meninggalkan pemukiman yang kini rusak parah.
Keluhan utama para pengungsi adalah sulitnya mendapatkan akses makanan siap saji. Banyak keluarga yang mengaku belum tersentuh bantuan logistik secara memadai, sehingga ancaman kelaparan mulai menghantui di tenda-tenda darurat.
Warga mendesak pemerintah daerah segera mendirikan dapur umum yang terpusat untuk mengakomodir seluruh kebutuhan pangan pengungsi secara adil.
"Kami lapar, bantuan yang datang tidak merata. Ada yang dapat, ada yang tidak. Kami minta pemerintah segera buat dapur umum supaya semua bisa makan untuk bertahan hidup," ujar Surti Latuilo, salah satu korban banjir, Kamis (8/1/2026).
Kehilangan Harta Benda dan Pakaian
Selain krisis pangan, warga juga sangat membutuhkan bantuan pakaian layak pakai, selimut, dan perlengkapan bayi. Derasnya air bah yang datang tiba-tiba membuat sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga maupun pakaian mereka yang kini hanyut terbawa arus.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat, tercatat sedikitnya 178 rumah di tiga kecamatan mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga rusak berat akibat terjangan material longsor dan banjir.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait