Wow, Kualitas Garam Produksi Kepulauan Tanimbar Jadi yang Terbaik di Indonesia

Antara ยท Kamis, 07 Mei 2020 - 13:23 WIT
Wow, Kualitas Garam Produksi Kepulauan Tanimbar Jadi yang Terbaik di Indonesia
Ilustrasi tambak garam. (Foto: Istimewa)

SAUMLAKKI, iNews.idKualitas garam yang dihasilkan warga Kepulauan Tanimbar, Maluku dinyatakan menjadi yang terbaik di Indonesia. Kepastian hasil analisis ini berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah terdaftar di Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Yunus Fredek Batlayeri menyatakan sesuai hasil uji laboratorium, produksi garam Kepulauan Tanimbar tepatnya di Desa Eliasa, Kecamatan Selaru memiliki kandungan garam murni mencapai 98,7 persen.

“Sesuai hasil uji laboratorium, produksi garam dari Desa Eliasa terbaik di Indonesia," katanya di Saumlaki, Rabu (6/5/2020).

Dijelaskan, sesuai data Balitbang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Standar Nasional Indonesia (SNI) garam bahan baku untuk industri garam beryodium 2.000 adalah 94,7 persen. Sementara hasil analisis kualitas garam produksi Desa Eliasa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah 98,7 persen dengan SNI garam industri adalah 98,5 persen.

Menurutnya, kualitas garam Kepulauan Tanimbar ini melebihi SNI karena air laut di wilayah Kepulauan Tanimbar terbilang masih bersih dan jernih. Selain itu, garam yang dihasilkan oleh petambak garam juga tidak dicampurkan dengan zat pemutih atau cairan kimia lainnya.

Ditambah lagi, untuk proses penjemuran air laut di tambak garam itu dilakukan secara alami yakni membutuhkan waktu 14 hari.

Sebagai informasi, tambak garam di Desa Eliasa ini sudah berproduksi semenjak tahun 2018. Selama berproduksi hingga tahun 2019 kemarin, warga telah berhasil memasok garam ke desa-desa sekitar dan menembus pasar lokal.

"Garam ini juga sangat membantu para nelayan tangkap di Saumlaki," kata Yunus.

Meskipun kualitas garam di Desa Eliasa Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini terbilang tinggi, namun produksinya sempat terhenti tahun ini. Hal ini karena fasilitas tambak sudah rusak dan perlu diperbaiki.

"Saat ini, Dinas Perikanan belum memiliki anggaran untuk perbaikan tambak garam di Eliasa. Meskipun demikian, kami akan terus berupaya meminta bantuan dari kementerian agar bisa dikembangkan," katanya.


Editor : Umaya Khusniah