Wali Kota Ambon Tetapkan 14 Hari Status Tanggap Darurat Pascagempa Ambon

Andi Mohammad Ikhbal ยท Minggu, 29 September 2019 - 15:55 WIT
Wali Kota Ambon Tetapkan 14 Hari Status Tanggap Darurat Pascagempa Ambon
Kondisi pascagempa di Ambon. Puluhan rumah hancur dalam bencana tersebut. (Foto: Antara).

AMBON, iNews.id - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, menetapkan masa tanggap darurat setelah gempa Ambon selama 14 hari, terhitung sejak Kamis, 26 September hingga 9 Oktober 2019. Selain itu, telah dibentuk Pos Komando Tanggap Darurat Bencana (Posko PDB) di daerah tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas (Pusdatinmas) BNPB, Agus Wibowo mengatakan, posko tersebut akan mengoordinasikan semua unsur untuk penanganan darurat di wilayah terdampak gempa.

"Masa tanggap darurat yang ditetapkan Wali Kota Ambon selama 14 hari," kata Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo, dalam siaran pers yang diterima iNews.id, Minggu (29/9/2019).

Sementara itu, total korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,8 sebanyak 30 orang. Korban tewas paling banyak ada di Kabupaten Maluku Tengah (14 orang), lalu Kota Ambon (10 orang) dan Kabupaten Seram Bagian Barat (6 orang). Sedangkan total luka-luka 156 orang.

Proses evakuasi korban gempa ambon. Hingga kini jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 30 orang. (Foto: Antara).

Jumlah pengungsi dari tiga kabupaten/kota tersebut sebanyak 244.780 orang. Paling banyak berada dari Kabupaten Seram Bagian Barat 109.661 orang, Kabupaten Maluku Tengah (108.000) dan Kota Ambon (27.119).

"BPBD Maluku telah mendirikan dua tenda keluarga di halaman RSU Haulussy Ambon dan RSU Tulehu Maluku Tengah," ujar dia.

Selain itu, pemerintah daerah setempat juga mendistribusikan terpal kepada masyarakat terdampak. Upaya pendataan di lapangan masih terus dilakukan oleh tim reaksi cepat BPBD Provinsi Maluku.

Upaya pendataan salah satunya untuk mengidentifikasi titik-titik pengungsian. Sementara ini titik konsentrasi teridentifikasi di Desa Waai seperti di wilayah Air Terjun Waai, Dusun Ujung Batu dan Batu Dua.

"Sedangkan di Kota Ambon, penyintas terkonsentrasi di SMA Siliwangi, kawasan pemakaman di atas SMA 9, dan SMA 9," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal