Terdakwa Kasus Pembalakan Liar di Ambon Divonis 2,5 Tahun Penjara

Antara ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 18:04 WIT
Terdakwa Kasus Pembalakan Liar di Ambon Divonis 2,5 Tahun Penjara
Ilustrasi vonis. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis kepada terdakwa kasus pembalakan luar, Rudy Letlutur. Dia dijatuhi vonis penjara 2,5 tahun penjara.

"Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan serta membayar denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 83 jo pasal 12 UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Kehutanan," kata Ketua Majelis Hakim Achmad Ukayat di Ambon, Rabu (27/5/2020).

Pembacaan putusan oleh ketua majelis hakim yang didampingi Jenny Tulak dan Ronny Felix Wuisan selaku hakim anggota itu berlangsung dalam persidangan secara online.

Yang memberatkan terdakwa adalah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas pembalakan liar. Sementara hal yang meringankan adalah terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, dan terdakwa belum pernah dihukum.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Ela Ubleuw. Dalam persidangan pekan lalu, dia menuntut terdakwa selama empat tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim, baik terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun JPU menyatakan menerima. Putusan ini dinyatakan sudah berkekuatan hukum tetap.

Sebelumnya, terdakwa Rudy Letlutur ditahan tim inspeksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Pelabuhan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah pada tanggal 22 Agustus 2019 lalu.

Menurut JPU, tim KLHK ini mendapati sejumlah truk di kompleks Pelabuhan Amahai. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata terdakwa yang kedapatan mengangkut tujuh meter kubik kayu jenis Merbau tanpa disertai dokumen lengkap, seperti surat izin pengangkutan kayu.


Editor : Umaya Khusniah