Terancam Punah, Bahasa Kepulauan Sula Diusulkan Masuk Muatan Lokal Sekolah

Antara ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 17:00:00 WIT
Terancam Punah, Bahasa Kepulauan Sula Diusulkan Masuk Muatan Lokal Sekolah
Ilustrasi muatan lokal. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id - Bahasa Kepulauan Sula, Maluku Utara (Malut) diusulkan masuk muatan lokal (mulok) di setiap sekolah maupun kepada masyarakat. Usul ini disampaikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula melalui Komisi III dengan alasan saat ini terancam punah penggunaannya.

"Bahasa Kepulauan Sula merupakan jati diri maupun nilai-nilai budaya masyarakat setempat yang berdasarkan hasil penelitian bahasa di Malut, ternyata kurang dilestarikan sehingga terancam punah," kata anggota DPRD Kabupaten Kepsul, Abd Kadir Sapsuha, Rabu (5/8/2020).

Selain itu, saat ini sudah banyak masyarakat maupun para pelajar menguasai bahasa Indonesia. Mereka melupakan bahasa Kepulauan Sula.

Bahasa Kepulauan Sula sudah tidak lagi dikembangkan oleh masyarakat. Hanya masyarakat di beberapa desa yang sampai sekarang masih mengunakan bahasa Kepulauan Sula seperti Baleha, Wailia, Wai Ina, Waitina, Dofa dan Kou.

Menurut Kadir, bahasa Kepulauan Sula akan dikembangkan kembali melalui pendidikan, baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun sederajat. Begitu pula, mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) maupun komponen bangsa lainnya.

"Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan peraturan daerah (perda) mengintensifkan bahasa Kepulauan Sula. Tujuannya untuk melestarikan salah satu aset budaya masyarakat setempat sebagai warisan leluhur," kata Kadir.


Editor : Umaya Khusniah