Tenun Khas Tidore Akan Tampil dalam Acara Virtual Modest Fashion Show 2020

Ismail Sangaji ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 21:03 WIT
Tenun Khas Tidore Akan Tampil dalam Acara Virtual Modest Fashion Show 2020
Kain tenun Tidore. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id – Masyarakat Maluku Utara (Malut) patut berbangga lantaran Tenun Puta Dino Tidore akan tampil pada acara Virtual Modest Fashion Show. Acara bergengsi ini diikuti 164 designer modest fashion Indonesia dan merupakan rangkaian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020.

Acara itu diselenggarakan Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber dan Indonesia Halal Lifestyle Center dan dilaksanakan pada 28–31 Oktober 2020, pukul 16.00-17.00, 18.30-19.30 dan 20.00-21.00 WIB. Sementara kain tradisional kebanggan masyarakat Tidore itu akan tampil pada 31 Oktober 2020, pukul 16.00- 17.00 WIB.

ISEF 2020 sektor fashion menampilkan trend modest wear terkini dalam kategori Ready to Wear, Syar’i, Tekstil Tradisional dan Aksesoris dengan tema “Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyle”. Masyarakat yang akan menyaksikan acara tersebut bisa melalui live streaming melalui Website www.Isef.co.id, Youtube ISEF Indonesia, Instagram @isef.id dan Facebook ISEF Indonesia.

Pemilik Rumah Tenun Puta Dino Kayangan, Anita Gathmir Kaicil mengungkapkan, ada tiga motif yang akan ditampilkan dengan tiga baju. Di antaranya baju Beladada dengan motif Jodadi dan Barakati, Baju Dao motif Jodadi Gold dan Marasante serta baju Boki motif Jodadi.

Anita berharap, para penenun Puta Dino Tidore semakin semangat dan bangga pada karyanya. Tak hanya itu, dia juga berharap akan lebih banyak penenun yang akan hadir di Malut.

“Masyarakat Malut semakin cinta pada produk lokalnya. Budaya kita terjaga. Kita tidak khawatir lagi kehilangan budaya menenun,” ujar Anita, Kamis (15/10/2020).

Dia juga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah pada produk UKM (Usaha Kecil Menengah). Sehingga dapat mendorong para pelaku usaha lebih termotivasi mengembangkan usahanya.

“Semoga ke depan Pemda bisa bergandeng tangan. Perhatian pemerintah pada produk UKM bisa lebih baik,”katanya.

Sebagai informasi, pecinta kain tenun di Malut, khususnya Tidore memang tentu sudah tidak asing lagi dengan Tenun Puta Dino Kayangan. Rumah tenun ini dikenal lantaran memproduksi kain tenun asli Tidore dengan berbagai motif yang sempat hilang sekitar 70 sampai 100 tahun yang lalu.

Rumah tenun yang berada di Kelurahan Soasio, Tidore itu juga memperkenalkan kain tenun khas Tidore ke berbagai event nasional maupun internasional. Ada 12 motif tenun yang diproduksi di rumah Tenun Puta Dino Kayangan.

Motif tersebut di antaranya Jodati, Marasante, Barakati, Mapolu, Tuan guru, Kalajengking, Amo, Cengkeh, Gomode Mabunga, Laha-laha, To Adore, dan Sung Sung. Namun, tidak semua yang ditampilkan pada event tersebut.


Editor : Umaya Khusniah