Tambang Gunung Botak Kabupaten Buru Boleh Dibuka dengan Kajian Mendalam

Antara ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 10:36 WIT
Tambang Gunung Botak Kabupaten Buru Boleh Dibuka dengan Kajian Mendalam
Tambang ilegal yang berada di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id - Dukungan terhadap wacana pembukaan kembali lokasi penambangan emas di kawasan Gunung Botak di wilayah Kabupaten Buru, Maluku datang dari berbagai pihak. Meski demikian, pembukaan harus ada kajian awal secara mendalam atas berbagai aspek.

Dukungan ini disampaikan anggota DPRD Maluku, Ikaram Umasugy. Menurutnya, pembukaan lokasi penambangan sudah ditunggu-tunggu masyarakat.

"Kalau lokasi itu dibuka lagi, dari satu sisi merupakan sebuah langkah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini menyebabkan banyak orang mengalami kesulitan ekonomi," kata Ikram di Ambon, Minggu (2/8/2020).

Dia juga menambahkan, kajian secara detail diperlukan sehingga dampak pencemaran lingkungan akibat aktivitas penambangan, dari awal bisa disiapkan perencanaan yang matang. Kajian ini akan meminimalisir dampak-dampak negatif yang ditimbulkan.

"Yang namanya dampak buruk dari aktivitas penambangan itu pasti ada. Tetapi kajian dari berbagai aspek seperti lingkungan hingga sosial kemasyarakatan perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak-dampak negatif yang akan terjadi," katanya.

Politisi DPRD Maluku asal dapil Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan ini menilai, areal Gunung Botak sudah lama ditutup dari aktivitas penambangan emas karena tanpa izin. Akibatnya banyak tindak pidana pencurian hingga pembunuhan bahkan menimbulkan masalah kerusakan lingkungan.

Dia menambahkan, Legislatif baik di provinsi maupun Kabupaten Buru harus mendorong langkah ini agar masyarakat juga bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.
 
Selama ini, aparat keamanan baik dari unsur TNI maupun Polri melakukan pengamanan ketat di seluruh lokasi. Pengamanan bertujuan agar tidak dimasuki para penambang ilegal.

Sementara itu, Kapolda Maluku irjen Pol Baharudin Djafar yang sempat mengunjungi pos pengamanan gabungan TNI/Polri akhir Juli 2020 menjelaskan, awal permasalahan penambangan ini karena dikelola dengan tidak benar. Akibatnya, menimbulkan kericuhan serta gangguan Kamtibmas.

"Dalam koordinasi ke depannya, insyaallah pekerjaan dalam pengelolaan tambang emas di Gunung Botak ini bisa dibuka dan berjalan dengan baik sesuai prosedur," katanya.


Editor : Umaya Khusniah