Tak Mampu Tingkatkan Pendapatan Daerah, 2 Perusda di Halut Diminta Dibubarkan

Antara ยท Senin, 14 September 2020 - 21:20 WIT
Tak Mampu Tingkatkan Pendapatan Daerah, 2 Perusda di Halut Diminta Dibubarkan
Ilustrasi laba perusahaan. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id - DPRD Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) meminta agar dua perusahaan daerah (perusda) dibubarkan. Keduanya dinilai tidak mampu meningkatkan pendapatan daerah pada beberapa tahun terakhir.

Kedua perusda tersebut yakni PT Hibualamo Jaya dan PT Halut Mandiri Jaya. Selain tak mampu meningkatkan pendapatan, kedua perusda juga dinilai menguras keuangan daerah.

"PT Hibualamo Jaya yang juga telah banyak menguras keuangan daerah,” kata anggota DPRD Halut, Josias Me di Ternate, Senin (14/9/2020).

Dia mengatakan, sebelumnya Dirut PT Halut Mandiri Jaya, Theis Tarangi dipanggil untuk menyampaikan LPJ. Namun dia justru menerangkan neraca anggaran pribadi untuk permohonan kucuran dana penyertaan modal.

“Nah ini kan perlu dilidik ketidakberesan perusahan ini," ujar Josias.

PT Halut Mandiri dan PT Hibualamo Jaya dinilai telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah, tanpa ada kontribusi ke pemerintah daerah. Anggaran masing-masing perusda yang sudah di kucurkan untuk PT Halut Mandiri senilai Rp9,5 miliar.

Dana tersebut terdiri atas kucuran dana penyertaan modal pada 2017 sebesar Rp7,5 miliar, 2018 Rp1 miliar dan pinjaman dengan jaminan perusda di salah satu bank sebesar Rp1 miliar pada 2019.

Sedangkan, PT. Hibualamo Jaya sudah sebesar Rp12,5 miliar. Keduanya sama sekali tidak ada perkembangan.

“Seharusnya dibubarkan dan direkomendasikan saja ke Kejari agar dipidana managernya,” katanya.

Josias mengakui, kedua perusda ini sangat membebani APBD. PT Halut Mandiri tidak ada kontribusi ke Pemkab Halut. Apalagi, sebagian asetnya bukan milik Pemkab Halut.

“Ini sangat bertentangan dengan aturan pendirian perusda. Lokasi PT Halut Mandiri saat ini asetnya masih milik Dirut. Padahal sudah dianggarkan ke APBD untuk pelepasan lahan dan ini sebuah penipuan," katanya.


Editor : Umaya Khusniah