Tak Diberi Uang, Pemuda di Malteng Aniaya Ibu dengan Parang hingga Luka Parah

Antara ยท Senin, 14 September 2020 - 12:44 WIT
Tak Diberi Uang, Pemuda di Malteng Aniaya Ibu dengan Parang hingga Luka Parah
Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi menjenguk Fransina Hehanusa di IGD RSUD Masohi usai dianiaya anak kandung. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id – Seorang pemuda di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Maluku ditangkap polisi karena menganiaya ibu kandung, Minggu (13/9/2020). Pelaku sempat dihajar warga akibat aksinya dan berusaha melarikan diri usai kejadian.

PH alias Patrik (22) warga Kampung Waraka, Kecamatan Teluk Elpaputih babak belur dihajar warga usai ketahuan menganiaya ibu kandung, Fransina Hehanusa (50). Usai dimassa, pelaku lantas diserahkan ke kantor Polres Malteng.

"Pelaku awalnya diringkus warga karena berusaha melarikan diri usai melakukan penganiayaan berat terhadap korban," kata Kapolres Malteng, AKBP Rositah Umasugi, Ambon, Senin (14/9/2020).

Korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Masohi akibat mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Selain itu korban juga menderita memar pada sekujur tubuh. Pelaku juga masih menjalani perawatan medis akibat sempat dihakimi warga.

Umasugi menjelaskan, peristiwa penganiyaan sekitar pukul 11.00 WIT. Saat itu, pelaku meminta uang dari korban untuk biaya perjalanannya ke Ambon.

“Korban baru pulang ibadah Minggu dan melihat pelaku tengah mengemas pakaian. Korban menanyakan mau kemana dan pelaku menjawab mau ke Ambon," kata kapolres.

Korban sempat menyarankan pelaku untuk mengurusi surat-surat sebagai syarat perjalanan. Namun, pelaku tidak memberikan respon dan kembali meminta uang.

Korban mengaku tidak memiliki uang sehingga pelaku kesal dan langsung melakukan penganiyaan. Pelaku memukul dengan tangan hingga korban tersungkur.

Tidak puas dengan kepalan tangan, pelaku kemudian mengambil benda tajam dan terus melakukan aksi penganiayaan terhadap ibu kandungnya. Korban sempat diselamatkan oleh nenek pelaku (ibu kandung korban).

“Namun pelaku mengambil sebilah parang dan mengejar korban hingga keluar rumah," kata kapolres.

Pelaku mengayunkan parang hingga mengenai bagian kepala korban hingga robek. Tak hanya itu, tangan kanan korban pun nyaris putus terkena sabetan parang.

Warga sekitar yang melihat aksi pelaku berupaya untuk mencegah. Mereka sempat menghakimi pelaku serta menyelamatkan korban ke RSUD Masohi.

Kejadian ini lalu dilaporkan kepada Kapolsek beserta Danramil. Kapolres Umasugi sempat mendatangi RSUD Masohi untuk menjenguk korban yang sedang menjalani perawatan intensif di unit instalasi gawat darurat.

"Kunjugan ini sebagai bentuk perhatian dan keprihatinan atas musibah yang dialami korban," katanya.


Editor : Umaya Khusniah