Satpam Hotel di Ambon Divonis 6,5 Tahun Penjara karena Kepemilikan Ganja

Antara ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 09:35 WIB
Satpam Hotel di Ambon Divonis 6,5 Tahun Penjara karena Kepemilikan Ganja
Ilustrasi ganja kering. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Seorang satpam hotel di Ambon, Maluku divonis enam tahun enam bulan penjara akibat kasus narkoba. Terdakwa terlibat kasus kepemilikan dua paket ganja berukuran sedang.

Vonis terhadap Bertho Tahapary (46) ini disampaikan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Christina Tetelepta, Kamis (25/6/2020).

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar Pasal 111 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," katanya yang didampingi Lucky Rombot Kalalo dan Hamzah Kailul selaku hakim anggota.

Dalam persidangan yang berlangsung secara daring tersebut, majelis hakim juga menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, terdakwa pernah dihukum penjara dalam kasus serupa pada tahun 2016.

Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan mengakui serta menyesali perbuatannya.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) PN Ambon Ela Ubleuw yang menuntut hukuman penjara selama 13 tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Atas putusan majelis hakim, terdakwa melalui penasihat hukumnya Robert Lesnussa menyatakan menerima. Namun, JPU Ela Ubleuw menyatakan pikir-pikir, sehingga diberikan waktu selama tujuh hari untuk menyampaikan sikap.

Sebelumnya, terdakwa ditangkap anggota Dit Resnarkoba Polda Maluku pada 2 November 2019 di depan salah satu hotel di kawasan Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Penangkapan terdakwa berdasarkan laporan informan terkait adanya aktivitas peredaran narkoba.

Polisi lalu menggerebek pelaku pada pukul 21.30 WIT dan menemukan barang bukti narkotika golongan satu jenis tanaman berupa ganja. Narkotika tersebut dititipkan di bagian resepsionis hotel.

Menurut Ela, terdakwa juga mengakui barang tersebut adalah miliknya. Dia mendapatkannya dari teman yang ada di luar daerah melalui sebuah perusahaan jasa titipan dan pengiriman barang.


Editor : Umaya Khusniah