Sadis, Laki-Laki di Ambon Tega Aniaya Istri dan Anak dengan Parang

Antara ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:07 WIB
Sadis, Laki-Laki di Ambon Tega Aniaya Istri dan Anak dengan Parang
Ilustrasi penganiayaan (foto: istimewa)

AMBON, iNews.id – Seorang laki-laki di Ambon, Maluku ditangkap polisi karena menganiaya anak serta istri. Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan parang.

La Adili (36), warga Ahuru, Desa Batumerah, Kota Ambon ditangkap aparat dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Dia menganiaya istri dan anaknya yang berusia 15 tahun pada Kamis (30/7/2020) pukul 01.30 WIT.

"Lokasi penganiayaan di rumah mereka kawasan Ahuru, RT 004/RW 016 Desa Batu Merah," kata Kasubag Humas Polresta setempat, Ipda Titan Firmansyah di Ambon, Sabtu (1/8/2020).

Selain menyita sebilah parang sebagai barang bukti, polisi juga telah meminta keterangan WA (33) selaku saksi korban dan anaknya N serta tetangga berinisial WB.

Firmasnyah mengatakan, peristiwa pidana ini bermula dari korban WA berada ruang tamu rumah dengan anak-anaknya. Tersangka datang ke dalam rumah dan menanyakan keberadaan anaknya.

Tersangka berniat membawa anaknya namun korban keberatan karena masih tengah malam. Pertengkaran mulut yang berujung aksi pemukulan yang dilakukan tersangka hingga mengenai leher korban WA.

Tersangka lalu berjalan menuju dapur dan kembali dengan sebilah parang. Pelaku lantas menganiaya korban WA hingga mengalami luka di kepala dan tangan kanan.

"Pergelangan tangan korban terluka," kata Firmansyah.

Tak puas, pelaku kembali mengayunkan parang hingga mengenai tangan kiri korban hingga terjatuh. Mengetahui ibunya dianiaya, anak korban yang lain berinisial N langsung merampas parang tersebut dari tangan tersangka.

Tetangga korban WB masuk ke dalam rumah dan menolong korban. Dia membawa keduanya ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Karena melakukan tindak pidana kekerasan terhadap isteri, tersangka La Adili dijerat melanggar pasal 44 UU RI nomor 23 tahun 2004 dan Pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak karena menganiaya anaknya.


Editor : Umaya Khusniah