PSBB Transisi 5 Ambon Fokus pada Operasi Yustisi dan Pemberian Sanksi

Antara ยท Rabu, 16 September 2020 - 10:15 WIT
PSBB Transisi 5 Ambon Fokus pada Operasi Yustisi dan Pemberian Sanksi
Ilustrasi PSBB. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tahap lima di Kota Ambon fokus pada operasi yustisi. Operasi disertai pemberian sanksi bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan.

Kebijakan ini diambil dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon. Operasi yustisi disiplin protokol kesehatan digelar Pemkot Ambon melibatkan TNI-Polri.

"Operasi yustisi merupakan implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020, sehingga masyarakat patuh pada protokol kesehatan yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Selasa (15/9/2020).

Richard mengakui, hukuman yang diterapkan berupa sanksi sosial. Di antaranya membersihkan lingkungan, menyanyikan lagu kebangsaan hingga denda administratif.

"Kita berharap melalui operasi yustisi ini dapat menurunkan angka kasus Covid-19, dan meningkatkan kesadaran masyarakat," ujarnya.

Operasi yustisi akan dievaluasi. Jika dapat menurunkan angka kasus maka dipastikan Ambon akan berpindah zona dari merah ke oranye.

Data kasus Covid-19 Kota Ambon per 14 Agustus 2020 yakni positif sebanyak 1.973 orang. Sementara pasien dirawat 813 orang.

Untuk pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.132 orang. Pasien yang meninggal dunia 28 orang.

Total kasus suspek/positif sebanyak 1.219,  suspek 406, dan terkonfirmasi positif 813 orang.

Peningkatan kasus terjadi karena pemeriksaan tes usap yang dijalani Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku. Untuk ASN, Pemkot Ambon telah dilakukan tes usap bagi OPD yang melakukan pelayanan publik sebanyak 548 orang.


Editor : Umaya Khusniah