Polresta Pulau Ambon dan PP Lease Tindaklanjuti Kasus Penganiayaan Perawat RSUD dr M Haulussy

Antara ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 12:32 WIB
Polresta Pulau Ambon dan PP Lease Tindaklanjuti Kasus Penganiayaan Perawat RSUD dr M Haulussy
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Polresta Pulau Ambon dan PP Lease menindaklanjuti laporan perawat RSUD dr M Haulussy, Ambon, Maluku yang diduga dikeroyok dan dianiaya tiga anggota keluarga pasien Covid-19. Sebelumnya, almarhum HK meninggal dunia pada Jumat (26/6/2020).

"Saksi-saksi sudah diperiksa dan polisi telah membuat surat pemanggilan terhadap para terduga atau terlapor untuk menghadap Senin besok (29/6/2020)," kata Kepala Polresta Pulau Ambon, Komisaris Besar Polisi Leo Simatupang, Minggu (28/6/2020).

Sebelumnya, seorang perawat RSUD Haulussy, Jumima Orno diduga dikeroyok dan dianiaya istri serta dua anak HK. Penganiayaan terjadi di depan ruang jenazah pasien Covid-19 di RSUD dr M Haulussy, Jumat (26/6/2020) pagi sekitar pukul 07.30 WIT itu.

Dengan didampingi penasihat hukumnya, Ronny Samloy, Orno mendatangi SPKT Polresta Ambon untuk membuat pengaduan. Ronny Samloy menyatakan, kejadian yang dilaporkan itu adalah penghadangan dan pengambilan paksa jenazah di Jalan Jenderal Sudirman, Ambon.

"Yang dilaporkan ke SPKT Polresta Ambon ada tiga orang pelaku di antaranya istri almarhum bersama dua anaknya Nr, seorang perawat yang bertugas di RSU Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, ditambah satu anak laki-laki lainnya bernama Andi," kata Samloy.

Kronologi penganiayaan ini bermula saat Orno sedang piket malam sampai pagi di lantai dua bagian ruang isolasi pasien Covid-19. Sementara teman perawat lain, Sely, bertugas di lantai satu di salah kamar isolasi yang ditempati HK.

Ketika Orno turun ke lantai satu sekitar pukul 07.00 WIT, temannya meminta bantuan untuk mengantarkan jenazah pasien ini ke ruang kamar mayat yang memang dikhususkan bagi pasien Covid-19.

Namun saat Orno, Sely dan dibantu seorang petugas lain membawa jasad almarhum, kebetulan pintu ruangan jenazah tertutup. Rekan Orno hendak membukanya, tiba-tiba muncul keluarga pasien dari arah belakang.

Keluarga pasien yang diketahui berinisial NK menarik dan memukuli Orno termasuk istri pasien. Orno berusaha menyelamatkan diri tetapi salah satu anak laki-laki HK menahan dan ikut mengeroyok.

Dalam kondisi seperti itu, Orno masih berupaya melarikan diri. Namun ada yang menendang bagian belakang hingga korban hingga terjatuh. Orang-orang tersebut kembali memukuli korban di bagian kepala.

"Korban dipukuli keluarga pasien tanpa alasan jelas," katanya.

Samloy menduga, ada informasi sepihak yang berkembang bahwa pasien saat masuk RSUD tidak dirawat secara baik. Pasien sempat minta makan jam 02.00 WIT namun tidak dilayani hingga menyebabkan pasien meninggal dunia.


Editor : Umaya Khusniah