Polres Maluku Tenggara Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Pembunuhan 4 Orang di Kei Kecil

Antara ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 12:06 WIB
Polres Maluku Tenggara Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Pembunuhan 4 Orang di Kei Kecil
7 tersangka pembunuhan 4 warga di Maluku Tenggara. (Foto: Antara)

TUAL, iNews.id - Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara (Malra), Maluku menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menyebabkan empat warga tewas, Sabtu (30/5/2020) sore. Hadir dalam rekonstruksi pihak dari kejaksaan dan tujuh tersangka.

Peristiwa pembunuhan ini menyebabkan HR, VR, ER, dan AS meninggal dunia. Sementara tujuh tersangka yakni TR, GR, YM, WR, JR, TO dan L.L sudah diamankan polisi.

Dalam reka ulang ini, para tersangka memperagakan 44 adegan saat kejadian pembunuhan. Lokasi rekonstruksi ada dua yakni di rumah salah satu tersangka dan di sebuah lahan atau kebun.

Kabag OPS Polres Malra, AKP Syahirul Awab mengatakan, tindak pidana pembunuhan berencana ini terjadi di Jalan Poros Bandara tepatnya di sebuah lahan atau kebun di Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Malra pada 5 Mei 2020. Sementara latar belakang pembunuhan diduga saling klaim tanah warisan milik keluarga.

"Polres Malra telah menetapkan tujuh tersangka yang sudah kita lakukan penangkapan dan penahanan, saat ini dalam proses penyidikan," kata Syahirul.

Sementara barang bukti juga sudah didapatkan yakni senjata tajan (sajam) berupa sembilan parang, satu busur panah, lima anak busur, dua tombak dan satu buah linggis ukuran sedang. Semua barang bukti ini didapat pada sekitar wilayah TKP maupun di rumah salah satu warga yang meninggal (HR). Selain itu, barang bukti lainnya yakni pakaian tersangka maupun korban.

Ketujuh tersangka dijerat pasal 340, 338,170,353, 351, dan 56 KUHP serta UU darurat nomor 12 tahun 1951 yang mana ancaman hukuman maksimalnya hukuman mati dan 20 tahun penjara.

"Penanganan tujuh tersangka intensif dilaksanakan, di mana saat ini penyidikan dan melengkapi berkas yang kemudian akan diserahkan ke Kejaksaan untuk penuntutan, prosesnya sendiri akan transparan," kata Syahirul.

Kasat Serse Polres Malra, IPTU Hamin Siompo menjelaskan melalui rekonstruksi ini, polisi akhirnya mengetahui peran masing-masing tersangka. Sebelum pembunuhan terjadi, tujuh tersangka berkumpul di rumah korban HR (TKP I) dan menggelar ritual sumpahan kepada orang tua.

“Selanjutnya mereka keluar menuju ke lokasi TKP II yakni lahan kebun yang mana ada lima orang yakni VR, ER (perempuan), AS, HS, JR (perempuan) yang saat itu membersihkan lahan,” katanya.

Di TKP I, HR mengajak tersangka lain menuju TKP II. Setiba di lokasi kebun, HR meminta kepada mereka yang tengah membersihkan untuk menghentikan aktivitasnya.

VR yang saat itu di kebun, menolak perintah HR dan memintanya pulang hingga terjadi adu mulut di antara keduanya dan saling serang menggunakan parang. Akibatnya, HR mendapat luka pada lengan kiri.

Mengetahui ayaknya terluka, anak HR yakni TR dan GR spontan menyerang VR dengan tombak hingga korban terjatuh. Sementara itu, AS yang pada saat itu juga turut membersihkan lahan, kemudian menyerang HR dengan mengayunkan parang ke tubuhnya.

Melihat hal itu, TR dan GR kembali menyerang AS dengan menggunakan tombak. AS tersungkur dan mengalami luka tombak dan bacok.

VR yang sudah jatuh akibat diserang TR dan GR kemudian dipanah oleh TO. Tak hanya itu, tersangka GR juga menebas leher korban sehingga kepala terlepas dari badannya.

Saat bersamaan, ER dan JR menyerang TO dengan parang namun berhasil ditepis menggunakan busur dan anak panah yang dipegang. Akibatnya, salah satu anak panah mengenai hidung JR yang kemudian lari menyelamatkan diri.

Korban ER yang juga di TKP tak luput dari serangan tersangka. Dia akhirnya ditombak pada bagian leher. Tersangka GR bahkan memotong lengan ER hingga mengenai perut.


Editor : Umaya Khusniah