Polda Maluku Tolak Laporan Wartawan atas Kasus Intimidasi, Praktisi Hukum: Itu Melawan KUHAP

Antara ยท Senin, 26 Oktober 2020 - 15:11:00 WIT
Polda Maluku Tolak Laporan Wartawan atas Kasus Intimidasi, Praktisi Hukum: Itu Melawan KUHAP
Aksi puluhan wartawan di depan Mapolda Malut. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.id – Polda Maluku Utara (Malut) dua kali menolak laporan wartawan atas kasus intimidasi dan penghalangan menjalankan tugas peliputan aksi mahasiswa penolakan UU Omnisbus Law beberapa waktu lalu. Tindakan Polda Malut dinilai merupakan tindakan melawan KUHAP.

Hal ini disampaikan praktisi hukum Muhammad Konoras, Minggu (25/10/2020). Dia menyatakan, seharusnya penyidik Polda Malut menerima laporan kasus intimidasi terhadap wartawan yang dilakukan oknum polisi.

"Bukan sekadar keliru, tapi melanggar KUHAP. Laporan wartawan atas peristiwa hukum ke pihak Polda Malut dan kemudian dari ditkrimsus saling melempar kewenangan dengan ditkrimum terkait jenis pidana umum atau khusus," katanya.

Dia mengatakan, pengusiran wartawan masuk dalam delik pidana umum, bukan delik pidana khusus. Namun terlepas dari apakah itu delik pidana umum atau khusus, sepatutnya polisi wajib menerima terlebih dahulu laporan dari wartawan.

Selanjutnya, baru melakukan tindakan hukum lanjutan yaitu pengumpulan bahan dan keterangan berdasarkan Pasal 5 KUHAP. Setelah menerima laporan atau pengaduan, mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket), selanjutnya dilakukan gelar perkara.


Editor : Umaya Khusniah