Pengecer Pertalite di Ternate Marak, Per Liter Bisa Dijual Rp16.000 

Antara · Minggu, 18 September 2022 - 14:59:00 WIT
Pengecer Pertalite di Ternate Marak, Per Liter Bisa Dijual Rp16.000 
Polres Ternate akan menindak tegas warga yang kedapatan menjual Pertalite secara eceran. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.id - Polres Ternate mengancam akan tindak tegas pengecer Pertalite di sejumlah wilayah. Para pengecer bahkan bisa menjual BBM bersubsidi tersebut hingga Rp16.000 per liter.

Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit menegaskan Pertalite hanya bisa dijual di SPBU. Dia menyebut ada aturan yang melarang BBM bersubsidi itu dijual di tingkat eceran.

"Seharusnya, BBM bersubsidi jenis Pertalite itu hanya bisa dijual di SPBU, tidak boleh di eceran lagi. Nanti kami sosialisasikan kembali ke masyarakat," kata Andik, Minggu (18/9/2022).

Dia menyebut jika kedapatan ada pengecer yang masih menjual Pertalite, maka pihak kepolisian akan menindak tegas.

"Ini karena BBM jenis Pertalite merupakan BBM bersubsidi yang dijual dengan harga tinggi di tingkat pengecer usai pemerintah menaikkan harga BBM. Begitu juga distribusi BBM bersubsidi kepada masyarakat masih terbilang belum tepat sasaran," ujarnya.

Dia menjelaskan, para pengecer hanya diperbolehkan menjual BBM nonsubsidi seperti Pertamax sebagaimana aturan yang berlaku. Sehingga BBM bersubsidi seperti Pertalite hanya bisa didapatkan masyarakat di setiap SPBU, bukan lagi di tingkat pengecer.

"Kami melihat, para pembeli BBM subsidi pertalite dibeli ke SPBU dengan harga Rp10 ribu per liter, dijual Rp16 ribu di tingkat eceran, bahkan ukurannya dikurangi," katanya

Oleh karena itu, jika sosialisasi larangan tersebut telah dilakukan kepada para pengecer namun masih kedapatan ada yang menjual pertalite, maka akan ditindak tegas.

"Kami menindak tegas dan personel kepolisian bersama satgas akan ditempatkan di setiap SPBU, sehingga SPBU tidak memanfaatkan untuk menjual BBM bersubsidi ke pengecer," katanya pula.

Meski begitu, Andik mengaku sementara ini pihaknya masih menunggu revisi surat edaran dari Wali Kota Ternate tentang penertiban penjualan BBM bersubsidi yang sebelumnya telah dikeluarkan.

"Berdasarkan informasi, Wali Kota Ternate akan mengeluarkan surat pemberitahuan untuk merevisi surat edaran dan juga tim satgas dalam waktu dekat sudah bergerak," katanya lagi.

Seperti diketahui, pada kenaikan harga BBM per 3 September 2022 lalu, harga Pertalite di Ternate naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Sementara Biosolar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, Sedangkan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Editor : Rizky Agustian

Bagikan Artikel: