Penerbangan di Kepulauan Tanimbar Dibuka, Pelaku Perjalanan Tetap Jalani Karantina

Antara ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:15 WIT
Penerbangan di Kepulauan Tanimbar Dibuka, Pelaku Perjalanan Tetap Jalani Karantina
Bandara Mathilda Batlayeri di Saumlakki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (Foto: Istimewa)

SAUMLAKKI, iNews.id- Penerbangan dari dan keluar wilayah Kepulauan Tanimbar kembali dibuka setelah sempat dihentikan beberapa bulan terakhir. Penerbangan diselenggarakan dua kali dalam sepekan yakni Senin dan Jumat.

Koordinator bidang humas Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Tanimbar, Andri J Kurniawan menyatakan, sebelumnya telah diadakkan rapat pada Sabtu (1/8/2020). Dalam rapat tersebut disepakati pembukaan jadwal penerbangan maskapai Wings Air.

"Penerbangan yang dilayani maskapai Wings Air ditetapkan sebanyak dua kali seminggu dan hanya sekali sehari," katanya di Saumlaki, Kamis (6/8/2020).

Andri yang juga Kadis Kominfo Tanimbar menjelaskan, penerbangan akan dibuka selama bulan Agustus. Setelah itu akan kembali dievaluasi.

Sementara itu, koordinator bidang pencegahan, dr Edwin Tomasoa menyatakan, pihaknya tetap melakukan karantina bagi para pelaku perjalanan saat tiba di Bandar Udara Mathilda Batlayeri Amtufu.

"Untuk pelaksanaan karantina akan tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik dari pelaku perjalanan," katanya.

Saat tiba, mereka akan mengikuti serangkaian pengecekan oleh petugas kesehatan dengan berpedoman pada protokol kesehatan yang berlaku. Pelaku perjalanan yang diperiksa dan tidak menunjukkan gejala dengan suhu badan normal, maka diarahkan untuk melakukan karantina mandiri.

Mereka juga mengisi dokumen administrasi sebagai jaminan untuk mengikuti prosedur protokol kesehatan selama melakukan karantina mandiri.

Sementara itu bagi pelaku perjalanan yang diperiksa dan menunjukkan adanya gejala dengan suhu badan diatas rata-rata, maka diarahkan untuk melakukan karantina terpusat.

Kepada para pelaku perjalanan baik yang melakukan karantina mandiri maupun terpusat akan dilakukan rapid test kembali sesudah hari ke tujuh terhitung saat setelah tiba di Saumlakki.

"Apabila hasilnya nonreaktif maka diperbolehkan untuk melakukan aktivitas normal," katanya.


Editor : Umaya Khusniah