Penemuan Kerangka Manusia di Ambon, Polisi Lakukan Tes DNA dari Tulang dan Rambut

Antara ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 09:44 WIB
Penemuan Kerangka Manusia di Ambon, Polisi Lakukan Tes DNA dari Tulang dan Rambut
Ilustrasi Tes DNA. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id – Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Maluku mengambil sampel Deoxyribonucleic Acid (DNA) melalui tulang dan rambut dari kerangka manusia yang ditemukan di Bukit Tagepe Tanjakan 2000, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau beberapa waktu lalu. Hal ini ditemuh untuk mengungkap identitas korban.

"DNA merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika korban, sehingga diharapkan identitas kerangka manusia yang ditemukan ini dapat terungkap," kata Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Titan Firmansyah, Selasa (2/6/2020).

Dalam penemuan kerangka tersebut, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban. Di antaranya kaos oblong warna hijau bertuliskan angka 68 dan celana panjang kain berwarna hitam.

Titan menambahlan, sejauh ini belum ada pihak yang mengaku sebagai kerabat korban datang ke kantor polisi ataupun Rumah Sakit Bhayangkara untuk melapor. Maka dari itu, dia mengimaau bagi warga yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut agar segera melapor.

Sebelumnya, sebuah kerangka manusia yang tidak memiliki identitas ditemukan warga bernama Nurdin alias Dino (41) pada tanggal 27 Mei 2020. Saat itu, dia mencari kayu bakar di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 16.30 WIT.

Usai menemukan kerangka manusia, namun dia langsung pulang ke rumahnya. Baru pada Jumat (29/5) sekitar pukul 16.30 WIT, saksi Nurdin memberitahukan kejadian tersebut kepada saksi Mustafa Latukau sekitar pukul 16:30 WIT. Keduanya sama-sama melihat kerangka jenazah tersebut.

Selanjutnya, keduanya melapor ke polisi setempat. Sekitar pukul 12.00 WIT, personel dari Polsek Sirimau bersama dengan Unit Identifikasi Polresta Ambon di bawah pimpinan kasat reskrim, wakasat serta kanit reskrim Polsek Sirimau langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan keterangan saksi.

Selanjutnya pada pukul 12.30 WIT tiba di TKP dan langsung memasang garis polisi (police line), mengambil keterangan, melakukan identifikasi, dan membawa jasad korban ke RS Bhayangkara. Korban tersebut diduga sudah meninggal satu atau dua tahun yang lalu.


Editor : Umaya Khusniah