Muslim Desa Kaiketu Pulau Ambon Laksanakan Salat Idul Fitri Hari Ini

Antara ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 13:07 WIB
Muslim Desa Kaiketu Pulau Ambon Laksanakan Salat Idul Fitri Hari Ini
Masjid kuno Wapauwe di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang dibangun pada 1414 Masehi, dihias menjelang perayaan Idul Fitri 1441 H. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id - Umat Muslim Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku sudah menggelar salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, Sabtu (23/5/2020). Selanjutnya mereka menggelar tradisi ziarah kubur usai salat.

Warga Muslim desa ini menyelenggarakan salat Idul Fitri berjamaah di Masjid Jami Hena Lua sekitar pukul 07.00 WIT. Selanjutnya, Muslim Sunni ini berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia.

Lokasi pemakanan berada di belakang kampung. Di sini, warga ramai dengan aktivitas menaburkan bunga, berdoa dan membacakan surah Al-Fatihah dan Yassin sejak pukul 09.00 WIT.

Salah satu warga, Fatma Nukuhaly (31) mengatakan, menziarahi makam keluarga dan kerabat usai salat Idul Fitri merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh warga Kaitetu. Semua orang berbagai usia medatangi kompleks makam.

“Kami menyalakan lilin di permakaman. Ini tradisi silaturahmi dengan keluarga yang sudah meninggal. Berbagi suka cita di hari raya Lebaran. Kami juga mendoakan mereka,” katanya.

Yang patut diacungi jempol, warga yang menziarahi makam tak melupakan protokol kesehatan terkait Covid-19. Mereka aterlihat jaga jarak sosial, tidak saling bersentuhan atau bersalaman saat aktivitas ziarah dilaksanakan. Selain itu, warga mengaku telah membayar zakat.

Desa Kaitetu berjarak sekitar 32,5 kilometer dari Kota Ambon. Ada sekitar 3.000-an jiwa tinggal di desa ini. Desa ini merupakan satu dari 11 kampung berpenduduk Muslim sunni di Kecamatan Leihitu.

Di desa ini, terkenal dengan Masjid kuno Wapauwe yang didirikan pada 1414. Selain masjid tua, desa ini juga mempunyai gereja tertua di Pulau Ambon, yakni Gereja Immanuel yang dibangun sekitar tahun 1780 - 1781 di bawah pemerintah Eillem Beth Iacobs, kepala comtoire Hila pada masa pemerintahan Gubernur Hindia-Belanda Bernardus van Pleuren.

Karena pandemi virus corona, hari raya di desa itu tampak tak seperti biasanya. Tidak ada aktivitas keramaian di jalan, maupun silaturahmi dan saling mengunjungi antartetangga.

Selain salat Idul Fitri berjamaah dan ziarah kubur, kegiatan lainnya seperti atraksi pencak silat yang rutin dilaksanakan saat hari raya juga ditiadakan oleh Pemerintah Desa Kaitetu.

"Karena corona, Lebaran kali ini sepi sekali, tidak seperti biasanya. Mau bagaimana lagi, ini juga untuk kebaikan kita bersama, menjaga jarak sosial agar terhindar dari penularan virus," kata Fatma.


Editor : Umaya Khusniah