MUI Dorong Izin Produksi dan Edar Obat Covid-19 Buatan Unair, BIN, dan TNI AD

Antara ยท Minggu, 16 Agustus 2020 - 16:42 WIT
MUI Dorong Izin Produksi dan Edar Obat Covid-19 Buatan Unair, BIN, dan TNI AD
MUI. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung pengembangan obat Covid-19 yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair), Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI AD. MUI mendorong pemerintah memberi izin produksi dan izin edar.

"Obat Covid-19 temuan anak bangsa harus kita dukung penuh untuk mendapatkan izin produksi dan izin edar," kata Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (16/8/2020).

Menurut Abbas, kombinasi obat Covid-19 temuan tim gabungan Unair, BIN, dan TNI AD itu merupakan sebuah prestasi yang sangat-sangat menggembirakan dan membanggakan dirinya sebagai sesama bangsa Indonesia.

"Kita gembira karena dengan demikian bangsa kita, insyaallah, tentu akan dapat dengan cepat mengatasi krisis kesehatan COVID-19 yang benar-benar telah mengganggu ketenteraman hidup kita dalam 5 bulan terakhir," katanya.

Salah satu Ketua PP Muhammadiyah itu mengatakan, adanya pengembangan obat Covid-19 oleh anak bangsa dapat membuat masyarakat tenang untuk kembali bekerja dan beraktivitas seperti semula sehingga roda perekonomian nasional kembali berputar dan menggeliat seperti semula.

Menurutnya, temuan ini tentu juga akan sangat membanggakan karena ternyata anak-anak bangsa ini juga hebat-hebat. Mereka sudah bisa menemukan obat Covid-19 yang sangat dinanti-nanti oleh dunia.

"Apalagi penemuan ini merupakan penemuan yang pertama di dunia. Hal ini tentu jelas akan sangat menggembirakan dan membanggakan hati kita sebagai bangsa," katanya.

Dia mengatakan, obat Covid-19 itu perlu juga didukung pemerintah agar dapat dipasarkan ke negara-negara lain yang membutuhkan.

Dengan demikian, selain dapat membantu menyehatkan dan menyelamatkan jiwa dari para penderitanya di Indonesia, obat itu juga dapat memberi manfaat kesehatan bagi negara-negara lain di dunia.


Editor : Reza Yunanto