Listrik Tak Stabil, 2 Alat Vital BTKLPP Ambon Terbakar

Antara ยท Minggu, 04 Oktober 2020 - 10:35:00 WIT
Listrik Tak Stabil, 2 Alat Vital BTKLPP Ambon Terbakar
Ilustrasi mesin PCR. (Foto: iNews/Ismail Sangaji)

AMBON, iNews.id - Dua alat vital milik Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Ambon hangus terbakar, Sabtu (3/10/2020). Kerusakan ini akibat pasokan arus listrik dari PT PLN tidak stabil.

"Peralatan yang rusak akibat naik turunnya voltage secara mendadak," kata Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Laboratorium BTKLPP Ambon, F Adrians, Sabtu (3/10/2020).

Kedua alat yang rusak yakni laminaring dan freezer. Kedua alat ini untuk penyimpanan sampel swab yang akan diuji untuk mengetahui ada tidaknya Covid-19.

Kini, BTKLPP Ambon meminta DPRD Maluku untuk berkoordinasi dengan PLN. Tujuannya agar bisa menjamin stabilitas arus listrik di kawasan Karangpanjang dan Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

"Kalau bisa jalur listrik di kawasan Karangpanjang dan Kopertis bisa mendapatkan pengawasan ekstra," ujarnya.

Dia mengatakan, jika sampel rusak, akan membuat rasah karena masyarakat menunggu hasil tes usap. Maka dari itu, BTKLPP juga memohon maaf kepada masyarakat terkait keterlambatan hasil pemeriksaan laboratorium.

Meskipun BTKLPP memiliki mesin genset sendiri, arus listrik yang tidak stabil secara mendadak membuat peralatan tersebut mengalami kerusakan. Pada prinsipnya, aktivitas pemeriksaan spesimen itu masih berjalan normal.

Hingga 1 Oktober 2020, BTKLPP sudah dilakukan pengujian sampel sebanyak 14.525 spesimen.

Sementara hingga Jumat (2/10/2020), spesimen yang tinggal dibaca hasilnya ada 200-an. Untuk spesimen yang belum diproses sama sekali ada lebih dari 300

"Ini karena proses pengujiannya dilakukan secara bertahap," katanya.

BTKLPP Ambon didukung 16 tenaga analis 16 dengan masing-masing kualifikasinya. Mereka juga kelabakan dengan begitu banyaknya spesimen yang masuk, sementara barang habis pakai juga menjadi kendala.

"DPRD dan Pemprov Maluku diminta memperhatikan keberadaan barang habis pakai tersebut," katanya.

Editor : Umaya Khusniah