Listrik di Desa Seith Maluku Tengah Kembali Mengalir Pascabanjir dan Longsor

Antara ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 10:17 WIB
Listrik di Desa Seith Maluku Tengah Kembali Mengalir Pascabanjir dan Longsor
Ilustrasi listrik. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.idListrik di Desa Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku kembali mengalir usai bencana banjir dan longsor. Petugas PLN bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan yang mengalami gangguan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) Romantika Dwi Juni Putra mengatakan, hujan deras yang terus mengguyur Pulau Ambon beberapa minggu terakhir, mengakibatkan terjadinya bencana longsor dan banjir. Pascabencana, tim PLN dari PLN UP3 Ambon langsung bergerak ke lokasi guna menginventarisasi kerusakan infrastruktur kelistrikan.

"Hal tersebut guna memetakan proses pemulihan yang akan dilaksanakan. Kami berupaya semaksimal mungkin agar sistem kelistrikan dapat segera pulih," katanya, Kamis (23/7/2020).

Hingga Kamis (23/7/2020) pukul 14.00 WIT, petugas telah berhasil memperbaiki 14 tiang jaringan distribusi. Total ada 17 tiang jaringan distribusi yang mengalami kerusakan atau roboh akibat banjir dan longsor. Panjang jaringan keseluruhan yang harus diperbaiki mencapai 78,87 kilometer sirkuit (kms).

PLN juga telah berhasil mengoperasikan 51 gardu distribusi dari total 74 gardu distribusi yang mengalami kerusakan. Rusaknya jaringan dan gardu distribusi mengakibatkan lima desa dan tujuh dusun dari Negeri Lima hingga Desa Wakasihu mengalami kondisi padam. Sehingga suplai energi listrik baru bisa disalurkan dari Desa Hitu hingga Desa Seith.

“Pekerjaan perbaikan dan pemulihan sistem kelistrikan tersebut cukup menantang,” katanya.

Banjir dan longsor yang terjadi di Desa Seith juga mengakibatkan jembatan terputus. Air sungai di Desa Negeri Lima meluap sehingga jembatan darurat tidak bisa dilewati.

"Titik longsor terjadi di petuanan Desa Seith yaitu Hutan Batu hitam, Hutan Waiyapon dan Dusun Hatukau," ujarnya.

Kondisi tersebut mengakibatkan tim PLN cukup kesulitan untuk melakukan mobilisasi material. Akibatnya pekerjaan dilakukan melalui jalur darat dan laut.

"Untuk jalur darat, petugas harus berjalan kaki dikarenakan tumpukan tanah yang memenuhi badan jalan dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Untuk jalur laut, petugas harus menggunakan speedboat untuk mengangkut material ke lokasi lainnya," kata Romantika.

PLN juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat serta stakeholders agar dapat sesegera mungkin memulihkan sistem kelistrikan di Desa Seith dan sekitarnya.


Editor : Umaya Khusniah