Langgar Netralitas ASN, 5 Kepsek di Halmahera Utara Dilaporkan ke KASN

Antara ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 14:16:00 WIT
Langgar Netralitas ASN, 5 Kepsek di Halmahera Utara Dilaporkan ke KASN
Ilustrasi pelanggaran pilkada. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara (Malut) melaporkan lima kepala sekolah (kepsek) ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Mereka diguga melanggar netralitas kode etik. 

"Kelimanya telah direkomendasikan ke KASN pada 8 Oktober 2020," kata Ketua Bawaslu Haltim, Suratman Kadir di Ternate, Kamis (8/10/2020).

Mereka yakni Kepsek SD Patlean, SD SP1 Patlean, SD Lolasita, SD Jara Jara dan SD Sosolat. Para kepsek ini mengunggah dan menyampaikan dukungan terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Hi Ubaid Yakub dan Anjas Taher (Ubaid-Anjas) di grup WhatsApp (WA).

Dalam group, itu kelima kepsek terang terangan menyatakan dukungan terhadap bakal pasangan calon tersebut. Tindakan ini telah melanggar kode etik dan perilaku serta netralitas ASN.

Berdasarkan UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN menyebutkan, setiap ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh mana pun dan tidak memihak kepada kepentingan siapa pun. 

"ASN sebagai profesi berlandaskan prinsip kode etik harus memegang teguh nilai dasar maupun menjaga reputasi dan integritas ASN," ujarnya.

Setelah disampaikan ke KASN, Bawaslu hanya menunggu rekomendasi Bupati Haltim selaku Pejabat Pembina untuk dilakukan sanksi. Bentuk sanksi yang diberikan terlihat dari rekomendasi KASN.

"Apakah nanti menjatuhkan sanksi moral berupa pernyataan secara terbuka sesuai dengan PP 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik terhadap ASN atau sanksi lain," kata Suratman. 

Dia mengakui, pelanggaran kode etik ASN di Haltim cukup tinggi. Bawaslu telah menangani  25 kasus keterlibatan ASN dan kepala desa.

Dari 25 kasus, tercatat 15 di antaranya telah direkomendasikan ke KASN. Sedangkan 10 lainnya dalam proses Bawaslu.


Editor : Umaya Khusniah