KM Kosinda Mati Mesin di Perairan Halmahera Selatan, 33 Penumpang Terombang-Ambing
TERNATE, iNews.id – Kapal Motor (KM) Kosinda tujuan Ternate-Desa Joronga yang membawa 33 penumpang mati mesin di perairan Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (17/1/2022). Insiden itu terjadi setelah kapal dihantam gelombang tinggi.
Kapal tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke Pulau Moti oleh KSOP Ternate setelah menerima informasih dari nakhoda.
Diperoleh informasi, KM Kosinda dengan bobot 35 gross ton itu berlayar dari Pelabuhan Bastiong Ternate pukul 09.00 WIT. Setelah menempuh empat perjalanan, kapal diadang gelombang tinggi hingga mengakibatkan mati mesin.
Akibat insiden itu, puluhan penumpang terombang-ambing di tengah laut selama enam jam sebelum ditemukan kapal Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate pukul 18.00 WIT.
Kapal itu ditemukan pada posisi l.00.29.695 utara/ 127.27.695 bujur timur. Kapal tersebut kemudian ditarik menuju pelabuhan terdekat di Pulau Moti. Setelah dievakuasi, sebanyak 33 penumpang dan lima awak kapal kemudian diperiksa kesehatannya.
Waspadai Cuaca Buruk
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara mengingatkan masyarakat mewaspadai gelombang 2,5-4,0 meter di perairan Sangihe dan Talaud serta laut Maluku bagian utara.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga Senin pukul 08.00 WITA," sebut Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Andi Cahyadi di Manado.
Dia menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari arah Utara – Timur Laut dengan kecepatan berkisar 5– 20 knot.
Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, dan Perairan Kepulauan Sitaro.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan epringatan dini gelombang 1,25-2,5 meter yang berpeluang terjadi di perairan Utara Sulawesi, Laut Sulawesi, perairan Selatan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung – Likupang, perairan Selatan Sulut serta Laut Maluku bagian Selatan.
BMKG mengeluarkan rekomendasi berharap memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran di antaranya, perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Editor: Kastolani Marzuki