Kena Imbas Covid-19, Jual Beli Emas di Pinggiran Jalan Kota Ambon Sepi

Antara ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:03 WIT
Kena Imbas Covid-19, Jual Beli Emas di Pinggiran Jalan Kota Ambon Sepi
Pedagang emas di emperan jalan di Kota Ambon. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id - Transaksi jual beli emas di pedagang pinggiran jalan pertokoan Ambon Plaza maupun di depan Kantor Pegadaian Kota Ambon, Maluku sepi pengunjung. Kondisi ini menyebabkan harga patokan pembelian emas dari warga yang datang untuk jual atau yang mau membeli belum ada.

Salah satu pedagang emas atas trotoar pertokoan, kawasan Ambon Plaza, Uji mengatakan, kondisi ini sudah terjadi sejak awal penerapan PSBB transisi. Sebelum masa transisi, para pedagang tidak berakitivitas.

“Ada juga beberapa teman yang sudah membuka tempat usahanya tetapi belum pajang barang mas yang akan dijual,” katanya, Rabu (12/8/2020).

Saat ini harga emas di toko naik cukup tinggi hingga mencapai Rp870.000 per gram. Imbasnya, harga emas di pedagang pinggir jalan pun naik di tengah lesunya ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Buka usaha apa saja untuk mendapatkan sedikit rejeki saja agak sulit, warga umumnya takut keluar rumah guna menghindari wabah Covid-19," katanya.

Dia berharap, ada warga yang mungkin butuh uang dan ingin menjual perhiasan emas mereka.

Hal yang sama juga dialami pedagang lain, Munir. Menurutnya, transaksi yang dilakukan sebelum virus corona, harga emas perhiasan yang ditawarkan kepada para pembeli sekarang ini Rp700.000 per gram. Setelah melalui proses penyucian, jadi harga di bawah harga toko emas.

Sebelumnya, harga emas di toko toko perhiasan di Ambon mencapai Rp850.000 per gram. Kini harga naik menjadi Rp870.000 per gram.

“Belum tentu masyarakat mau membeli, apalagi situasi dan kondisi di tengah merebaknya wabah virus corona,” katanya.

Dia menambahkan, harga beli emas dari masyarakat tergantung barang yang mereka jual. Untuk yang masih utuh dipatok Rp600.000 per gram. Sedangkan yang sudah rusak bervariasi tergantung barang. Harganya mulai dari Rp 550.000 hingga Rp570.000 per gram.

"Sedangkan untuk melakukan perbaikan, pembayarannya sesuai dengan tingkat kerusakan. Dipatok Rp20.000 per titik setelah disolder. Hanya saja sekarang ini teman-teman yang selalu melakukan solder tidak beraktivitas," kata Munir.


Editor : Umaya Khusniah