Kasus Penggelapan dengan Tersangka Anggota DPRD Maluku Utara Dihentikan

Antara ยท Kamis, 25 November 2021 - 12:40:00 WIT
Kasus Penggelapan dengan Tersangka Anggota DPRD Maluku Utara Dihentikan
Kasus penggelapan dengan terlapor anggota DPRD berujung damai. (Foto: Antara).

TERNATE, iNews.id - Kasus penggelapan dengan tersangka anggota DPRD Maluku Utara dihentikan atau SP3. Pelapor dan terlapor disebut telah sepakat berdamai.

Penyidik Direktorat Reskrimum Polda Maluku Utara resmi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 atas kasus yang melibatkan anggota DPRD, Wahda Z Imam.

"Perkara ini dinyatakan selesai, terlapor dikeluarkan terhitung mulai hari ini (Rabu kemarin)," kata Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Maluku Utara, AKBP Hengky Setiawan di Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu (24/11/2021).

Penghentian penyidikan kasus yang menyeret anggota DPRD Maluku Utara itu dilaksanakan dalam gelar perkara di Polda Maluku Utara. AKBP Hengky mengatakan, sudah ada kesepakatan damai dalam kasus ini.

Sementara penasehat hukum pelapor, Bahtiar Husni mengatakan, pihaknya telah sepakati bahwa laporan tersebut dihentikan. Apa yang telah dikuasi terlapor murni milik almarhumah Velti Joshua.

"Telah disepakati ini bukan harta dari terlapor," ujarnya.

Sekedar diketahui, penghentian penyidikan kasus tersebut dilakukan setelah kedua belah pihak yang berperkara telah bersepakat memilih jalan damai dengan menempuh upaya restorative justice.

Wahda bersedia mengembalikan seluruh aset yang menjadi objek dalam perkara kasus tersebut. Sejumlah aset yang dikembalikan di antaranya empat unit ruko beserta isinya, satu unit rumah beserta isinya, sebidang tanah di Sofifi dan dua unit mobil.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: