Kantor DPRD Aru Masih Disegel Warga, Akan Dibuka dengan Syarat

Antara ยท Selasa, 23 November 2021 - 16:30:00 WIT
Kantor DPRD Aru Masih Disegel Warga, Akan Dibuka dengan Syarat
Warga protes di Gedung PN Dobo Kepulauan Aru. (Foto: Antara).

AMBON, iNews.id - Warga masih menyegel Kantor DPRD Kepulauan Aru sampai hari ini. Petugas masih mengupayakan negosiasi agar masyarakat bersedia membuka kembali sasi atau segel adat.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat, membenarkan hal tersebut. Tinggal kantor DPRD saja yang sampai sekarang masih ditutup.

"Pagi tadi setelah negosiasi, masyarakat adat membuka sasi adat di kantor bupati dan pengadilan negeri," kata Kombes Pol M Roem di Kota Ambon, Maluku, Senin (22/11/2021).

Sebelumnya masyarakat adat Marafenfen di Kepulauan Aru mengamuk usai putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Dobo memenangkan TNI AL atas sengketa lahan seluas 689 hektare yang diklaim milik warga.

Massa kemudian merusak kantor PN Dobo dan melakukan sasi adat atau pelarangan dengan cara memasang janur kuning kelapa. Tradisi sasi ini masih berlau di sebagian wilayah Maluku.

Selain menyegel kantor PN, sejumlah tempat lainnya antara lain Kantor Bupati Aru, DPRD Aru, Bandara Rar Gwamar dan Pelabuhan Yos Sudarso Dobo. Namun pelan-pelan fasilitas tersebut dibuka kembali.

Menurut M. Roem, sasi adat di Bandara dan Pelabuhan sudah dibuka pada tanggal 12 November. Baru-baru ini gGedung PN dan Kantor Bupati. Saat ini, fasilitas yang masih disegel adalah kantor DPRD Aru.

"Masyarakat meminta seluruh anggota DPRD Aru untuk hadir dulu mendengar aspirasi masyarakat, baru kemudian sasi akan dibuka," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: