Harga Cengkih dan Kopra di Ambon Turun, Komoditas Perkebunan Lain Stabil  

Antara · Jumat, 31 Juli 2020 - 12:55 WIB
Harga Cengkih dan Kopra di Ambon Turun, Komoditas Perkebunan Lain Stabil  
Ilustrasi cengkih. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Harga hasil perkebunan Maluku cengkih dan kopra di Kota Ambon bergerak turun. Sementara harga biji pala, fuli dan cokelat tidak berubah.

Seperti terpantau di lokasi transaksi hasil perkebunan di Jalan Setia Budi, Kawasan Rijoly, Kelurahan Batu Gajah, Jumat (31/7/2020), harga cengkih Rp57.000 per kilogram (kg). Sebelumnya, harga cengkih Rp59.000 per kg.

Sedangkan untuk kopra, harga saat ini dipatok Rp6.600 per kg. Sebelumnya, harga mencapai  Rp7.000/kg.

Sedangkan harga komoditi lain masih tetap bertahan. Biji pala bundar Rp62.000 per kg, fuli (pembungkus biji pala) Rp215.000 per kg, dan cokelat Rp27.000 per kg.

"Kalau kopra yang terasa sekali. Minggu lalu sempat bergerak naik hingga mencapai Rp7.000 per kg, namun sekarang turun lagi menjadi Rp6.600," kata seorang pedagang, Evi.

Sedangkan untuk cengkih, walaupun harganya bergerak turun tetapi selalu saja fluktuasi. Kadang naik, kemudian turun lagi.

Dia mengatakan dalam satu bulan ini, terjadi tiga kali perubahan harga. Mulai dari Rp62.000 per kg, kemudian turun menjadi Rp59.000, kemudian naik lagi Rp60.000.

“Dan sekarang turun menjadi Rp57.000,” katanya.
 
Harga di Kota Ambon sesuai dengan harga yang ditetapkan di Surabaya. Hasil pembelian di Ambon akan jual lagi ke Surabaya sebagai pasar utama.

"Jelasnya, kami selalu memantau perkembangan harga di Surabaya, jadi kalau terjadi perubahan sudah pasti di Ambon juga berubah," ujarnya.

Evi menambahkan, kegiatan transaksi jual beli hasil perkebunan Maluku di Kota Ambon agak sepi. Bahkan beberapa hari belakangan ini tidak ada kegiatan transaksi.

Petani yang biasanya dari Pulau Ambalau, Buru dan sebagian dari Pulau Seram agak jarang datang melakukan transaksi.  Ini terkait dengan berbagai pertimbangan terutama arus transportasi yang berhubungan dengan aturan dalam rangka memutuskan penyebaran Covid-19 di daerah ini.

"Sebelum kondisi dan situasi virus corona ini, biasanya petani dari Pulau-Pulau membawa hasil panen mereka untuk jual di Ambon mempergunakan mobil-mobil truk, tetapi sekarang sepi," ujarnya.

Dia juga mengaku sering tutup toko hingga tiga atau empat hari. Namun jika ada petani yang menghubungi, maka dia akan melayani.


Editor : Umaya Khusniah