Harga Bawang Merah di Ambon Merangkak Naik usai Lebaran

Antara ยท Kamis, 28 Mei 2020 - 14:41 WIT
Harga Bawang Merah di Ambon Merangkak Naik usai Lebaran
Bawang merah. (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

AMBON, iNews.id - Harga bawang merah di Kota Ambon, Maluku merangkak naik usai Lebaran. Saat ini harga per kilogram (kg) bawang merah berkisar Rp60.000, padahal tiga hari lalu Rp55.000.

Seperti terpantau di Pasar Batu Merah, Pasar Mardika, dan Pasar Lama pada Kamis (28/5/2020). Sedangkan untuk bawang putih tetap bertahan dan bervariasi yakni Rp38.000 hingga Rp40.000 per kg.

Salah satu pedagang di Pasar Mardika, Marwa mengatakan, dia membeli dari agen pemasok dengan harga masih kotor sekitar Rp48.000 per kg. Setelah dibersihkan, maka dijual dengan harga Rp60.000 per kg.

"Minggu yang lalu itu kami membeli dengan harga Rp44.000 per kg, jadi dijual Rp55.000. Lain hal dengan bawang putih yang hingga kini masih bertahan dan bervariasi Rp38.000 hingga Rp40.000 per kg," ujarnya.

Dia menjelaskan, harga bawang putih di tingkat agen pemasok Rp19.000 hingga Rp20.000 per kg. Namun setelah dibersihkan, dijual Rp40.000 per kg.

"Sekarang ini, maklum, kami membayar orang yang membersihkan bawang Rp2.500 per kg," katanya.

Sedangkan untuk harga cabai merah, biasa maupun cabai keriting panjang, hingga kini masih terus bertahan dan bervariasi.

Salah satu pedagang di Pasar Mardika, Rustam mengatakan, harga cabai merah mencapai Rp55.000 per kg. Sedangkan cabai keriting panjang di harga Rp40.000 hingga Rp45.000 per kg. Sementara untuk eceran, cabai dihargai Rp5.000 per tumpuk kecil.

"Kalau harga cabai ini selalu saja fluktuasi, tergantung stok yang ada, kebetulan saya membeli cabai merah biasa dari pemasok Rp45.000 per kg, jadi saya menjualnya dengan harga Rp55.000 per kg," ujarnya.

Menurutnya, harga cabai selama ini tidak merata dan selalu bervariasi. Selain tergantung dari harga di tingkat agen pemasok, komoditas yang satu ini juga tidak bisa bertahan lama.

"Apalagi di Ambon sekarang ini sudah masuk musim penghujan yang turut mempengaruhi tanaman ini," katanya.


Editor : Umaya Khusniah