Harga Bawang Merah dan Putih di Ambon Naik Jelang Lebaran

Antara ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 14:44 WIT
Harga Bawang Merah dan Putih di Ambon Naik Jelang Lebaran
Ilustrasi bawang merah dan putih. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Harga bawang Kota Ambon, Maluku, naik cukup tajam menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Kenaikan ini mengikuti informasi dari agen pemasok bawang.

Seperti terpantau di Pasar Mardika dan Batu Merah, Rabu (20/5/2020), harga bawang merah mencapai Rp60.000 per kilogram (kg). Sebelumnya, harga bawang merah dipatok Rp50.000 per kg.

Sementara itu, harga bawang putih juga terpantau naik menjadi Rp50.000 per kg. Sebelumnya, harga bawang putih dipatok Rp40.000.

Untuk harga eceran baik bawang merah maupun bawang putih ditawarkan Rp5.000 per kantong plastik kecil. Untuk harga bawang per tumpuk Rp3.000.

"Kita ikuti perkembangan harga pasaran, informasi dari agen pemasok sekarang ini memang harga bawang lagi naik di sentra produksi, jadi kita ikuti perkembangan harga," kata salah satu pedagang di Pasar Mardika, Waina.

Waina mengatakan, ada juga pedagang yang masih menjual bawang putih dengan harga Rp40.000 hingga Rp45.000 per kg. Namun kondisi bawang tidak sama dengan yang baru masuk Ambon.

"Naiknya harga bawang merah ini tidak menentu, ada kalanya turun dan juga naik, nanti kita lihat perkembangan harga dua hari atau tiga hari menjelang Lebaran," katanya.

Sedangkan untuk harga cabai merah biasa juga bergerak naik menjadi Rp40.000 per kg. Sebelumnya, harga dipatok Rp25.000 hingga Rp30.000. Harga eceran biasa dipatok Rp7.000 per cupa.

Untuk cabai keriting panjang, kini dipatok Rp25.000 per kg. Sebelumnya harga berkisar Rp20.000 per kg. Harga eceran cabai jenis ini Rp5.000 per tumpuk kecil.

Pedagang cabai di Pasar Mardika, Rustam mengatakan, stok cabai merah biasa maupun keriting panjang sekarang ini cukup banyak. Arus pasokan juga lancar dari sentra produksi, terutama dari desa-desa di Pulau Ambon.

"Jadi tidak ada masalah dengan stok cabai, kalau ada perubahan naik sedikit itu hanya ulah pedagang saja memanfaatkan harga hari besar keagamaan untuk mencari sedikit keuntungan," ujarnya.


Editor : Umaya Khusniah