Gubernur Murad Ismail Siapkan Penghargaan untuk Wilayah yang Patuhi PSBB di Ambon

Antara ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 06:38 WIB
Gubernur Murad Ismail Siapkan Penghargaan untuk Wilayah yang Patuhi PSBB di Ambon
Gubernur Maluku, Murad Ismail. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id - Kota Ambon menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Gubernur Maluku Murad Ismail menjanjikan penghargaan kepada desa dan kelurahan di Kota Ambon yang dinilai patuh menerapkan PSBB.

"Saya secara pribadi maupun atas nama pemerintah provinsi, akan memberikan reward kepada daerah yang kami nilai taat menerapkan PSBB," kata Murad Ismail di Ambon, Selasa (23/6/2020).

Murad mengatakan, sebagai kepala daerah mendukung sepenuhnya penerapan PSBB di ibu kota Provinsi Maluku tersebut. Murad mengaku ikut membantu Wali kota Ambon Richard Louhenapessy mengawasi penerapan PSBB di lapangan.

"Kami akan datangi sejumlah titik bersama Wali Kota Richard Louhenapessy. Dari situ kami nilai daerah mana yang layak dapat penghargaan," ujarnya.

Murad mengaku sebelumnya ragu menerapkan PSBB di Kota Ambon. Namun terus meningkatnya jumlah kasus pasien positif Covid-19 membuat dirinya memutuskan PSBB harus diberlakukan di Ambon untuk memutus mata rantai penularan virus.

"Saya berharap dengan pemberlakuan PSBB 22 Juni hingga 14 hari ke depan, angka kasus terkonfirmasi COVID-19 di Ambon dan Maluku semakin menurun, sehingga PSBB tidak perlu diperpanjang," ujarnya.

Mantan Kepala Korps Brimob Polri ini mengaku banyak mendapatkan laporan secara lisan maupun tertulis dari Gugus Tugas maupun berbagai pihak, termasuk dokumentasi foto dan video di beberapa tempat sudah berjalan dengan baik.

Kendati demikian, menurutnya pemberlakuan PSBB perlu diikuti dengan penegakan hukum dan sanksi tegas kepada warga yang melanggar atau tidak mematuhinya, sehingga menimbulkan efek jera kepada warga lainnya.

"Semua warga harus mendukung pemberlakuan PSBB. Ini demi kebaikan kita bersama sekaligus memutus mata rantai penularan Covid-19 di Ambon dan Maluku pada umumnya. Yang melawan wajib ditindak tegas," katanya.


Editor : Reza Yunanto