Gempa Susulan Masih Guncang Ambon, Sekolah Diliburkan 10 Hari

Antara · Jumat, 11 Oktober 2019 - 14:16 WIT
Gempa Susulan Masih Guncang Ambon, Sekolah Diliburkan 10 Hari
Para pelajar saat diberikan simulasi saat terjadi gempa bumi di sekolah. (Foto: KORAN SINDO)

AMBON, iNews.id – Aktivitas belajar mengajar seluruh jenjang pendidikan dari tingkat TK hingga SMA/SMK di Kota Ambon, Provinsi Maluku, diliburkan selama 10 hari atau hingga 20 Oktober 2019. Kebijakan ini diterapkan menyusul rentetan gempa yang terus terjadi pascagempa magnitudo 6,5 yang terjadi 26 September silam.

"Instruksi Wali Kota Ambon, seluruh siswa mulai dari TK hingga SMP diliburkan mulai 11-20 Oktober 2019. Sementara siswa SMA dan SMK juga menyesuaikan instruksi wali kota," kata Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler di Ambon, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, kebijakan meliburkan siswa karena gempa susulan yang terjadi mengakibatkan aktivitas belajar mengajar tidak dapat berjalan normal.

"Informasi yang kami terima, orangtua meminta agar sekolah diliburkan karena khawatir akan keberadaan anak-anak saat gempa susulan terjadi," ujarnya.

Syarif mengakui, pascagempa yang terjadi 26 September hingga saat ini, aktivitas belajar di sekolah terkendala gempa susulan yang terjadi di pagi maupun siang hari.

"Gempa susulan yang terjadi membuat aktivitas belajar terganggu, sehingga siswa dipulangkan lebih awal. Akhirnya dikeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa hingga batas waktu yang ditentukan," katanya.

Saat ini, data sekolah yang terkena dampak akibat gempa masih didata. Terutama yang mengalami kerusakan pada bangunan maupun sekolah yang dijadikan lokasi pengungsian.

"Kami telah meminta kepala sekolah mendata dan mengirim data. Nantinya akan direkap bangunan sekolah yang rusak dan lainnya," ujarnya.

Kendati aktivitas belajar diliburkan akibat gempa susulan, namun pelayanan publik di kantor pemerintahan tetap berjalan normal.

"Seluruh ASN Pemkot Ambon tetap bekerja seperti biasa. Jika terjadi gempa susulan, ASN dapat menyesuaikan diri dan melihat situasi," ucapnya.

Pengamat Pertama Geofisika (PPG) BMKG Pusat Gempa Regional IX Ambon Teddy Dwi Riadi mengatakan, guncangan gempa bumi tektonik susulan yang terjadi di Pulau Ambon, Haruku dan Pulau Seram Bagian Barat hingga Kamis (10/10/2019) sudah mencapai 1.316 kali.

"Setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,5 pada Kamis, (26/9) hingga Kamis (10/10) pukul 15:00 WIT sudah terjadi 1.316 kali gempa susulan dan yang dirasakan langsung masyarakat sebanyak 153 kali," katanya.

Intensitas gempa dengan magnitudo bervariasi, namun kedalamannya hanya 10 kilometer. Hal ini cukup membuat khawatir masyarakat di Pulau Ambon dan sekitarnya.


Editor : Donald Karouw