Gempa Besar Picu Kepanikan, Warga Halmahera Barat Mengungsi Takut Tsunami
HALMAHERA BARAT, iNews.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang Provinsi Maluku Utara. Gempa besar ini memicu kepanikan warga, khususnya di wilayah pesisir Halmahera Barat.
Ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir terjadi tsunami. Warga Desa Saria, Kecamatan Jailolo, yang berada di kawasan pantai, berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka untuk mencari lokasi aman.
Mereka membawa barang seadanya demi menghindari kemungkinan bencana susulan. “Kami takut akan terjadi tsunami, jadi langsung mengungsi ke tempat tinggi,” ujar Tuti, warga Jailolo.
Kepanikan warga dipicu oleh peringatan siaga tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ternate untuk wilayah Ternate, Tidore dan Halmahera.
Kepala BMKG Ternate, Eriksana Yasa ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peringatan tersebut dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta mengikuti arahan petugas.
"Gempa ini berpotensi tsunami dari ketinggian 0,3 meter sampai 5 meter namun yang sudah terjadi di Bitung dan Halmahera Barat ketinggian hanya 30 sentimeter," ujar Eriksana.
Selain memicu pengungsian, gempa juga menyebabkan sejumlah bangunan di Kota Ternate dan Kecamatan Batang Dua mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Bahkan, gedung Polda di Kota Tidore dilaporkan bergetar hebat saat gempa terjadi.
Editor: Kurnia Illahi