Disperindag Halut Sidak Harga Sembako Jelang Hari Raya Idul Adha

Antara ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 10:28 WIB
Disperindag Halut Sidak Harga Sembako Jelang Hari Raya Idul Adha
Ilustrasi aktivitas di pasar. (Foto: Antara)

TOBELO, iNews.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) memantau harga sembako di daerah jelang Hari Raya Idul Adha. Petugas lakukan sidak langsung ke pasar tradisional.

"Kami lakukan sidak dan pengawasan langsung guna mengontrol harga sembako jelang lebaran,” kata Kepala Disperindag Halut, Nyoter Koenoe, Rabu (22/7/2020).

Dia mengatakan dalam sidak tersebut juga ditemukan produk makanan yang kadaluarsa. Meski demikian, jumlahnya tidak banyak. Selain itu pemilik toko juga sudah diperingatkan.

Dari sidak tersebut, untuk harga beras seperti dari Bulog yang dipatok Rp10.500 per kilogram (kg). Beras Putra Kembar Rp35.000 per kg, Bunga Tulip Rp12.000 per kg, Bola Mas Rp14.000 per kg, Labi-Labi Rp12.500 per kg, beras spesial Rp13.500 per kg dan beras kristal Rp13.000 per kg.

Sementara gula pasir Rp17.000 per kg, minyak goreng curah Bukit Zaitun Rp15.000 per kg, minyak goreng kemasan Bimoli Rp18.000 per kg, mentega curah Blue Band Rp30.000 per kg, mentega curah Amanda Rp14.000 per kg, susu kental manis Rp12.000 per kaleng.

Tepung terigu Rp10.000 per kg, telur ayam Rp30.400 per kg, daging sapi Rp110.000 per kg, ayam pedaging Rp42.000 per kg, ayam kampung Rp100.000 per kg, kacang tanah Rp35.000 per kg, kacang hijau Rp35.000 per kg, bawang merah Rp 55.000 per kg, bawang putih Rp35.000 per kg, cabai Rp45.000 per kg.

Ikan Rp20.000 per kg, tahu Rp13.000 per kg, tempe Rp25.000 per kg, wortel Rp20.000 per kg, kentang Rp20.000 per kg, kol Rp15.000 per kg, ubi kayu Rp12.000 per kg, garam Rp3.000 per bungkus, jagung (pipilan) Rp6.000 per kg.

Daftar harga tersebut diambil pada 17 Juli 2020 ketika petugas dari Disperindag turun ke lapangan untuk melaksanakan pengawasan. "Ada penurunan pada harga gula yang sebelumnya mencapai Rp22.000 per kg, saat ini Rp17.000 per kg," kata Nyoter.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Tobelo, Amran Ibrahim menyatakan, stok beras BUMN itu berada pada posisi aman hingga akhir tahun ini. Saat ini masih tersedia sekitar 1.580 ton beras di dalam gudang. Kebutuhan per bulan hanya 14 ton.

“Stok ini bisa habis di akhir tahun jika ada pembagian beras untuk bantuan sosial dan operasi pasar murah, yang karena pandemi Covid-19 saat ini untuk sementara ditiadakan," katanya.


Editor : Umaya Khusniah