Dipicu Masalah Cinta, Mahasiswa di Ambon Nekat Gantung Diri di Kamar Kos

Antara ยท Selasa, 12 Mei 2020 - 09:30 WIB
Dipicu Masalah Cinta, Mahasiswa di Ambon Nekat Gantung Diri di Kamar Kos
Ilustrasi gantung diri. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id – Seorang mahasiswa jurusan Geografi sebuah universitas negeri di Kota Ambon, Maluku ditemukan tewas gantung diri di kamar kos. Diduga, penyebab mahasiswa tersebut nekat mengakhiri hidup lantaran masalah cinta.

Aldo Sahertian (21) nekat gantung diri dalam kamar kos milik keluarga Wattimena di Lorong Prabowo, Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Korban ditemukan tergantung pada Minggu (10/5/2020) sekitar pukul 21.13 WIT.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy mengatakan, aparat yang menerima adanya kejadian bunuh diri ini segera mendatangi lokasi untuk olah TKP dan meminta keterangan saksi. Menurut penjabaran para saksi, sebelum kejadian, korban bersama tiga rekan kos sempat minum minuman keras (miras).

Saat itu korban bercerita tengah ada masalah dengan kekasihnya. Bahkan sebelum ditemukan gantung diri, korban sempat menulis status Whatsapp yang berbunyi ‘Mama Papa Basudara jangan marah beta kasi tinggal kamong (kalian) bukan berarti beta seng bisa, tapi beta seng sanggup dan hidup ini lai, tatalu sakit’.

"Korban sempat meminum minuman keras bersama tiga orang teman kosnya dan bercerita bahwa korban lagi ada masalah dengan pacarnya," kata Julkisno, Senin (11/5/2020).

Jasad korban lantas dievakuasi ke RS Bhayangkara Tantui. Selain memasang garis polisi, aparat juga mengamankan barang bukti berupa seutas tali rafia warna merah sepanjang 1,5 meter.

Petugas juga menghubungi keluarga korban untuk mengabarkan berita duka tersebut. Kedua orang tua korban mengaku menerima musibah tersebut dan menolak diadakan autopsi. Penolakan autopis dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

"Dari hasil visum luar, tidak terdapat adanya tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan para saksi maupun hasil visum serta barang bukti yang didapat, polisi menyimpulkan korban murni melakukan aksi bunuh diri," kata Julkisno.

Dari Januari 2020 hingga saat ini, terdata ada tujuh kasus bunuh diri yang ditangani Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Sebelumnya, peristiwa serupa menimpa warga serta seorang mahasiswa di kawasan Desa Poka, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Ada juga seorang remaja, pelajar salah satu SMA di Kota Ambon yang mengakhiri hidupnya di kawasan Bere-Bere, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.


Editor : Umaya Khusniah