Corona Sudah Menyebar di 297 Kabupaten Kota di Indonesia

Felldy Utama ยท Rabu, 29 April 2020 - 22:36 WIT
Corona Sudah Menyebar di 297 Kabupaten Kota di Indonesia
Ilustrasi tenaga medis yang mengenakan APD untuk menangani kasus corona.(Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 297 dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia sudah didapati kasus positif corona. Per Rabu (29/4/2020), jumlah pasien positif corona bertambah 260 menjadi 9.771 orang.

Hingga hari ini, Jakarta masih menjadi wilayah dengan kasus terbanyak positif corona di Indonesia dengan 4.092 pasien. Disusul Jawa Barat dengan 1.009 kasus dan Jawa Timur 872 kasus.

Persebaran corona di daerah lainn yaitu Aceh sembilan kasus, Bali 215, Banten 388, Bangka Belitung 10, Bengkulu 12, Yogyakarta 94, Jambi 32, Jawa Tengah 711, Kalimantan Barat 58, Kalimantan Timur 119, Kalimantan Tengah 127, Kalimantan Selatan 157, dan Kalimantan Utara 92.

Kemudian di Kepulauan Riau 89, Nusa Tenggara Barat 230, Sumatera Selatan 144, Sumatera Barat 145, Sulawesi Utara 44, Sumatera Utara 114, dan Sulawesi Tenggara 53.

Adapun di Sulawesi Selatan 465, Sulawesi Tengah 47, Lampung 46, Riau 41, Maluku Utara 26, Maluku 23, Papua Barat 37, Papua 189, Sulawesi Barat 38, Nusa Tenggara Timur satu, dan Gorontalo 15.

Sementara itu ada penambahan 137 pasien sembuh sehingga jumlah total menjadi 1.391 orang. Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 440, disusul Jawa Timur sebanyak 152, Sulawesi Selatan 118, Jawa Barat 107, dan Jawa Tengah 101.

"Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Selanjutnya, Yuri mengatakan angka kematian karena positif corona bertambah 11 orang dan totalnya menjadi 784. Kasus meninggal terbanyak terjadi pada kelompok usia 30-59 tahun, yakni sebanyak 364 orang.

Kemudian pada rentang usia 60-79 tahun sebanyak 311 orang dan di atas 80 tahun sebanyak 28 orang. Sebagian besar kasus meninggal dunia karena corona dipengaruhi adanya penyakit penyerta atau komorbiditas seperti hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru yang memperburuk kondisi pasien.

Hingga hari ini pemerintah telah menguji spesimen sebanyak 86.985 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 46 laboratorium. Sebanyak 67.784 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 9.771 positif dan 58.013 negatif.

"Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 221.750 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 21.653 orang," kata Yuri.


Editor : Umaya Khusniah