Cegah Penyebaran Covid-19, 2 Kapal Nelayan Asal Sultra Diamankan saat Singgah di Malra

Antara ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 08:22 WIT
Cegah Penyebaran Covid-19, 2 Kapal Nelayan Asal Sultra Diamankan saat Singgah di Malra
Sejumlah nelayan asal Sultra diamankan di Malra untuk cegah Covid-19. (Foto: Antara)

LANGGUR, iNews.id - Dua kapal andon (kapal nelayan pencari telur ikan) asal Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) diamankan sementara oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Tenggara (Malra) dan perangkat desa/ohoi di wilayah tersebut. Kedua kapal, masing-masing berkapasitas 5 GT dengan jumlah kru 14 warga Buton Selatan diamankan setelah berlabuh di pesisir pantai Ohoi Ohoidertawun, Selasa (16/6/2020).

"Salah satu langkah untuk mencegah masuknya virus itu ke wilayah ini, kami sudah melarang kapal-kapal pencari ikan ataupun telur ikan dari daerah lain turun di daerah ini," kata Bupati Malra M Thaher Hanubun, Selasa (16/6/2020).

Bersama Wakil I Gugus Tugas Dandim 1503 Tual, Letkol Inf Maryo Kristian Noya dan Wakil Gugus Tugas II Kapolres Malra, AKBP Alfaris Pattiwael, Tharer melihat langsung dan bertatap muka dengan para kru kapal andon.

Thaher yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan, pelarangan kapal daerah lain singgah merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19. Dia menegur langsung kepada 14 kru kapal itu.

"Kehadiran saudara-saudara cukup mengkhawatirkan kami di daerah ini, karena kita semua tidak tahu apakah kalian sehat atau tidak. Apabila kalian terkait dengan Covid-19 dan kontak dengan masyarakat di sini yang akhirnya virus itu masuk di daerah ini, maka itu yang kami tidak mau," kata bupati.

Untuk sementara, para kru kapal andon diamankan dahulu agar tidak kontak dengan masyarakat sekitar. Mereka akan diminta meninggalkan Malra Rabu (17/6/2020).

Thaher juga berpesan kepada kru kkapal tersebut juga dapat menyampaikan kepada rekan-rekan kapal andon yang berada di laut untuk tidak menyambangi daerah Malra. Ini berlaku sampai pandemi Covid-19 berakhir.

Pejabat Ohoi Ohoidertawun, Lebora Woersok mengatakan, kehadiran kapal-kapal itu pertama kali diketahui oleh warga yang kebetulan beraktivitas membuat sagu di sekitar pantai. Warga tersebut lantas melaporkan kepada perangkat ohoi.

"Laporan dari warga sudah sudah sesuai pesan kami. Jika mereka melihat ada kapal motor dari laur yang datang, maka segera dilaporkan," katanya.


Editor : Umaya Khusniah