Berhasil Jadi Zona Hijau, 6 Daerah di Maluku Jadi Percontohan Penerapan New Normal

Antara ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 16:09 WIB
Berhasil Jadi Zona Hijau, 6 Daerah di Maluku Jadi Percontohan Penerapan New Normal
Ilustrasi new normal. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Enam daerah di Provinsi Maluku ditetapkan sebagai daerah percontohan penerapan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19 atau ‘New Normal’. Daerah ini telah berubah dari zona kuning menuju zona hijau.

Keenam daerah tersebut yakni Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku Barat Daya (MBD) dan Seram Bagian Timur (SBT). Daerah ini termasuk dalam klaster pertama penerapan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19, bersama Provinsi Bali, Sumatera Utara dan Aceh.

“Maluku merupakan satu dari empat provinsi yang diprioritaskan sebagai daerah percontohan protokol new normal. Hal ini lantaran enam dari 11 kabupaten/kota yang ada telah menunjukkan hasil positif terkait penanganan Covid-19,” kata Gubernur Maluku, Murad Ismail di Ambon, Jumat (22/5/2020).

Gubernur Murad yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Maluku, mengatakan telah melakukan konferensi virtual bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menteri terkait serta gubernur se-Indonesia pada Kamis (21/5/2020). Konferensi ini membahas persiapan penerapan protokol ‘New Normal’ tersebut.

Dia mengatakan, konferensi virtual ini merupakan pembahasan tindak lanjut atas arahan Presiden Joko Widodo terkait perumusan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19. Menko Perekonomian dalam konference virtual tersebut menyatakan, Indonesia akan melaksanakan protokol New Normal.

Artinya, mengubah perilaku kesehatan dan keselamatan dalam penanganan Covid-19. Saat ini sudah ada gambaran pemetaan secara nasional akan perubahan strategi tersebut.

Pemerintah Pusat saat ini mulai merumuskan standar operasional prosedur (SOP) agar masyarakat di masing-masing daerah bisa mulai produktif dengan kondisi pandemi Covid-19.

"Masyarakat akan hidup berdampingan dengan Covid-19 dalam jangka waktu yang lama, karena selain vaksinnya belum ditemukan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan bahwa terdapat potensi virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat," kata Gubernur Murad.

Tatanan hidup baru yang mengutamakan keselamatan masyarakat merupakan prioritas dan sebuah keniscayaan, di samping memperhatikan masalah kesejahteraan sosial. Dalam penerapannya, pemerintah akan mengatur agar kehidupan masyarakat di enam kabupaten/kota di Maluku tersebut, berangsur-angsur berjalan normal sambil memperhatikan data dan fakta di lapangan.

"Dalam waktu dekat GTPP Covid-19 Maluku akan melakukan rakor bersama pemerintah dari enam kabupaten/kota yang masuk zona hijau untuk membicarakan berbagai hal terkait kesiapan serta langkah yang akan dilakukan berkaitan dengan penerapan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19," katanya.

Khusus di bidang kesehatan, Pemprov Maluku akan segera memanfaatkan sumber daya yang ada di Kementerian Kesehatan, terutama menyangkut validasi data. Diharapkan, dari tingkat puskesmas sampai ke kementerian akan mengacu pada data yang valid.


Editor : Umaya Khusniah