Bawaslu Minta Jajaran Kabupaten Kepsul Polisikan Timses Hendrata Thes-Umar Umabaihi karena Usir Pengawas

Antara ยท Minggu, 04 Oktober 2020 - 15:29:00 WIT
Bawaslu Minta Jajaran Kabupaten Kepsul Polisikan Timses Hendrata Thes-Umar Umabaihi karena Usir Pengawas
Ilustrasi pelanggaran pilkada. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id - Bawaslu Maluku Utara  meminta jajarannya di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) untuk melaporkan tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) Hendrata Thes-Umar Umabaihi ke polisi. Pelaporan dikarenakan timses pasangan tersebut mengusir petugas pengawas saat kampanye.

"Kami telah menginstruksikan kepada Bawaslu Kabupaten Kepsul untuk melapor ke polisi. Timses paslon Hendrata Thes-Umar Umabaihi sengaja menghalangi kegiatan pengawasan saat kampanye di Desa Capalulu, Kabupaten Kepulauan Sula," kata Ketua Bawaslu Provinsi Malut, Muksin Amrin di Ternate, Minggu (4/10/2020).

Sebelumnya, seorang petugas Bawaslu  bernama Yuliyanti dilaporkan mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat bertugas mengawasi kampanye pasangan Hendrata-Umar.  Menggunakan pengeras suara di hadapan ratusan orang, timses HT-Umar melakukan pengusiran.

Parahnya, Yuliyanti nyaris dipukul saat mengabadikan proses jalannya kampanye pasangan petahana itu. Atas peristiwa itu, Bawaslu merasa tersinggung dengan sikap kekerasan tim kampanye kepada jajaran pengawas yang sedang bertugas.

Muksin Amrin menegaskan, tugas pengawasan bersifat melekat yang diatur dalam undang-undang pemilihan. Artinya masing-masing pihak harus saling menghormati tugas lembaga.

"Kami akan intenstif mengawasi ini sehingga harus ada jeretan hukum terhadap mereka," katanya.

Paslon itu terancam dikenai Pasal 198A Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Disebutkan setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindak kekerasan atau menghalangi penyelenggara pilkada dalam menjalani tugasnya maka bisa dipidana. Pelaku terancam pidana penjara minimal 12 bulan dan maksimal 24 bulan.  Selain itu denda paling sedikit Rp12 juta-Rp24 juta.


Editor : Umaya Khusniah